Pertamina Pastikan Konsumsi LPG Bersubsidi Tepat Sasaran

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DIY berupaya memastikan konsumsi elpiji subsidi tepat sasaran yaitu untuk golongan masyarakat prasejahtera.

“Salah satu yang kami lakukan adalah dengan membuat program deklarasi PNS agar menggunakan bright gas ukuran tabung 5,5 kg,” kata Area Manager Communication and Relations Jawa Bagian Tengah (JBT) PT Pertamina (Persero) Suyanto di Semarang, Selasa.

Berdasarkan data, hingga saat ini program tersebut sudah berjalan di 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan DIY.

Pihaknya berharap, dengan adanya program tersebut konsumsi elpiji 3 kg di kalangan PNS dapat diminalisasi.

Menurut dia, sejauh ini animo para PNS untuk menggunakan elpiji nonsubsidi cukup besar.

Melihat keberhasilan program tersebut, pihaknya akan terus melaksanakannya di kabupaten/kota lain.

“Bukan berarti mengurangi distribusi subsidi tetapi kami ingin elpiji ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin agar lebih tepat sasaran,” katanya.

Apalagi, menurut dia, dalam waktu dekat ini pemerintah akan segera menerapkan distribusi tertutup untuk elpiji melon tersebut. Dengan demikian, migrasi ke elpiji nonsubsidi harus segera dilakukan oleh masyarakat mampu termasuk PNS.

Untuk distribusi secara umum, menurut dia, Pertamina tetap mengacu pada aturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu melakukan distribusi sesuai dengan permintaan.

Menyusul rencana distribusi tertutup tersebut, dia mengatakan hingga saat ini belum menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.

Suyanto mengatakan hingga saat ini permintaan elpiji 3 kg masih normal. Berdasarkan data Pertamina, untuk elpiji subsidi tersebut konsumsinya sebesar 3.319 metrik ton (MT)/bulan.

Dia mengatakan volume tersebut setelah ada kenaikan konsumsi yang terjadi sejak November lalu. Kenaikan itu merupakan dampak dari hari besar, yaitu Natal diikuti oleh tahun baru.

“Libur akhir tahun tersebut berdampak pada peningkatan konsumsi elpiji 3 kg hingga 3 persen dari sebelumnya 3.225 MT/bulan,” katanya.

Dia menilai peningkatan konsumsi tersebut bukan berarti distribusi elpiji 3 kg seterusnya akan mengalami peningkatan, tetapi karena disebabkan oleh hari libur yang berdampak pada peningkatan konsumsi masyarakat.

“Pada dasarnya mengenai pengurangan maupun penambahan distribusi ini kami tetap menyesuaikan permintaan dari pemerintah setempat,” katanya.

Untuk konsumsi bright gas ukuran tabung 5,5 kg mengalami kenaikan cukup signifikan pascaprogram deklarasi PNS tersebut.

Suyanto mengatakan saat ini volume konsumsi bright gas ukuran tabung 5,5 kg mencapai 15 MT/bulan atau meningkat 67 persen dari November 2016 yang 15 MT/bulan. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *