Aktivitas Bandara Adisutjipto Kembali Normal

  • Whatsapp

YOGYAKARTA, Jowonews.com – Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta telah berjalan normal kembali. Landasan pacu (runway) telah kembali dibuka pada pukul 14.18 WIB.

Pesawat Garuda Indonesia penerbangan G-258 yang tergelincir di Bandara Adisutjipto Yogyakarta Rabu (01/02) malam, berhasil dievakuasi Kamis (2/2) siang ini.

“Proses evakuasi berlangsung kurang lebih selama tiga jam, dimulai dengan proses ‘leveling’ pada pukul 09.45 WIB, kemudian pemasangan ‘track way’ sampai dengan penarikan badan pesawat yang selesai pada pukul 12:45 WIB,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama, Kamis (2/2).

Menurut dia, proses evakuasi badan pesawat Garuda tersebut melibatkan beberapa instansi seperti Tim Salvage Angkasa Pura I, Tim Salvage Angkasa Pura II, Teknisi Garuda, Personel PKP-PK Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Basarnas, dan TNI AU.

“Pesawat kemudian ditempatkan di hanggar TNI AU Adisutjipto Yogyakarta,” katanya.

Ia mengatakan alat yang digunakan untuk membantu pelaksanaan evakuasi antara lain, perlengkapan “salvage” yaitu Sling, Track pad/ track way, escavator, fork clip, dan push back.

“Sejak kejadian tergelincirnya pesawat Garuda tadi malam, telah dilakukan penutupan ‘Runway’ Bandara Adisutjipto Yogyakarta mulai pukul 20.00 WIB dengan beberapa kali perpanjangan waktu penutupan dan terakhir sampai dengan Kamis siang pukul 15.00 WIB,” katanya.

Agus mengatakan, akibat tergelincirnya pesawat Garuda ini, berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, yaitu pesawat “cancel” sampai dengan tadi malam sebanyak 23 flight, dan tercatat hari ini sebanyak 82 flight, Pesawat “Return to base” (RTB) sebanyak tiga flight, pesawat divert sebanyak empat flight dengan jumlah penumpang terdampak kurang lebih sebanyak 1.900 pax.

“Adapun langkah-langkah penanggulangan yang telah dilakukan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta adalah mengaktifkan ‘Emergency Operation Center’ (EOC),” katanya.

Ia mengatakan saat ini evakuasi telah selesai dilaksanakan. Seluruh pihak terkait telah berupaya untuk melaksanakan proses evakuasi secara cepat dengan tetap memperhatikan prosedur yang ada.

Pelaku bisnis perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku lega dengan telah dibukanya kembali Bandar Udara Adisutjipto setelah sempat ditutup untuk keperluan pemindahan badan pesawat Garuda Indonesia GA 258 yang tergelincir pada Rabu malam.

“Tentu kami sempat khawatir jika penutupan bandara sehari penuh dan berdampak pada reservasi. Tapi kami lega pukul 15.00 WIB sudah dibuka kembali,” kata wakil ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Herman Tony di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Herman, pada Rabu (1/2) malam saat tersiar kabar mengenai tergelincirnya pesawat Garuda Indonesia hingga penutupan Bandara Adisutjipto pada pagi harinya, sempat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi bisnis perhotelan di Yogyakarta.

Dampak negatifnya, menurut Herman, reservasi hotel sempat terganggu karena sejumlah pemesan kamar oleh tamu dari Jakarta dibatalkan.

“Meski tidak signifikan ada yang membatalkan, di sisi lain juga berdampak positif karena ada yang kembali memesan kamar karena tidak bisa pulang,” kata Herman yang juga pemilik hotel Dusun Jogja Village Inn itu.

Meski demikian, iamengaku lega setelah aktivitas Bandara Adisutjipto normal kembali. Sebab jika terlalu lama dilakukan penutupan akan berdampak signifikan terhadap citra pariwisata sekaligus okupansi hotel di Yogyakarta.

“Apalagi sekarang masih memasuki masa ‘low season’ (musim sepi pengunjung) dengan rata-rata okupansi hotel 20-30 persen,” kata Herman.(jn22/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *