Pemprov Jateng Dorong Wisata Berbasis Masyarakat

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com– Saat ini, yang diinginkan orang saat berwisata, sebagian masyarakat justru cenderung menginginkan mendapat foto dengan latar belakang pemandangan yang asyik untuk selanjutnya dipamerkan ke media sosial. Peluang tersebut juga mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

“Hampir semua daerah di Jateng mempunyai potensi wisata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Melalui tangan-tangan kreatif, baik wisata alam, seni budaya, kuliner, maupun kehidupan sehari-hari masyarakat bisa mendatangkan uang,” katanya saat beraudiensi dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Ruang Rapat Gedung A Lantai II Kantor Gubernur, Rabu (1/2).

Ia mencontohkan wisata air Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang dikelola BUMDes mampu meraup pendapatan Rp 10,2 miliar pada 2016. Dari 1.405 BUMDes di Jateng, BUMDes Umbul Ponggok menjadi contoh mengembangkan dan pengelolaan kekayaan alam daerah menjadi destinasi wisata yang inovatif.

Bahkan melalui BUMDes tersebut, masyarakat Ponggok memiliki program sosial, yakni satu rumah satu sarjana.

“Pendapatan Umbul Ponggok tahun lalu Rp 6 miliar, kemudian tahun 2016 mencapai Rp 10,2 miliar. Selain itu di Kabupaten Purbalingga juga terdapat Taman Cinta yang sedang tren. Tidak hanya wisatawan, para calon pengantin juga ramai-ramai foto untuk undangan di sana. Padahal hanya bambu ditata membentuk ‘love’ dengan aneka tanaman dan bila dilihat dari atas sangat indah,” bebernya.

Mantan anggota DPR RI ini menyebutkan, interkoneksi pariwisata menjadi problem utama dalam pengembangan destinasi wisata di Jateng. Maka infrasruktur jalan provinsi penghubung antardaerah atau akses menuju lokasi wisata harus segera diperbaiki.

Setelah jalan provinsi bagus maka pemkab dan pemkot juga didorong membangun infrastruktur lainnya.

“Akses dan sarana transportasi sangat mendukung pengembangan pariwisata. Oleh karena itu kami mohon pemerintah pusat bantu percepatan Bandara Ahmad Yani di Kota Semarang, kalau bisa akhir tahun ini selesai,” pintanya.

Selain itu pembangunan bandara di Purbalingga juga dipercepat, karena menurutnya keberadaan Bandara Wirasaba mendukung pengembangan pariwisata di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.

Antara lain destinasi wisata Gunung Slamet, Baturaden, kawasan dataran tinggi Dieng, serta sejumlah objek wisata di Kabupaten Pemalang.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih mengatakan, pariwisata merupakan salah satu tulang punggung dalam membangun ekonomi di daerah.

Bahkan tidak sedikit inisiasi masyarakat sukses dalam mengembangkan pariwisata baik itu pariwisata alam maupun budaya, termasuk yang mendukung pariwisata seperti cenderamata, infrastruktur, serta keterampilan masyarakat.

Tren sekarang ini, lanjut dia, setiap orang terutama anak-anak muda menyukai petualangan ke tempat-tempat pariwisata untuk berekreasi ataupun sekadar swafoto. Maka sayang sekali jika keindahan alam, kelezatan kuliner, serta keunikan budaya yang ada di daerah tidak dikembangkan dan ditawarkan kepada wisatawan.

Selain itu, adanya destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan akan mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar, antara lain melalui penjualan suvenir, kuliner, hingga hotel.

“Banyak daerah yang punya potensi besar dalam mengembangkan ekonominya dan juga pariwisatanya tapi kapasitas SDM-nya masih kurang. Dalam hal ini kita juga berharap CSR baik dari BUMN, BUMD, ataupun dunia usaha itu juga bisa membantu masuk mengembangkan berbagai inisiasi masyarakat,” terang Sri Adiningsih.

Jawa Tengah, lanjut dia, termasuk provinsi yang mampu mengemas berbagai potensi di desa sebagai destinasi wisata yang menarik pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Selain itu juga menyangkut pengelolaan dana pengembangan pariwisata dari pemerintah, swadaya, CSR atau kerja sama dengan pihak swasta.

“Kami sudah mendengar banyak dilakukan di Jateng, khususnya mengembangkan desa tertinggal menghubungkan dengan pariwisata hingga menjadi objek wisata yang ngehits. Kita ingin melihat dan belajar kemudian dikembangkan di pihak lain,” Sri Adiningsih.

Ia menambahkan, salah satu kendala pengembangan wisata di infrasruktur. Karenanya diharapkan bukan hanya pemerintah pusat yang membangun infrastruktur tapi juga pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota juga ikut mendukung karena dengan infrastruktur ke daerah-daerah pedesaan ataupun daerah menuju tujuan wisata. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *