Wisata Mangrove Semarang Kian Disukai Wisatawan

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Destinasi wisata berbasis “mangrove” atau tanaman bakau di Semarang semakin menjadi primadona bagi wisatawan. terlebih belakangan wisata mangrove semakin bermunculan, salah satunya Maroon Mangrove Edupark di kawasan Pantai Maron Semarang.

“Di Semarang masih kurang tempat wisata makanya kami berinisiatif mengembangkan hutan mangrove,” kata pengelola Maroon Mangrove Edupark Semarang Rusmadi, Kamis (2/2).

Destinasi wisata hutan mangrove seluas lima hektare itu terletak di sekitar Pantai Maron Semarang, dengan akses masuk yang sama tak jauh dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang.

Sejak dibuka Maret 2016, lanjutnya, sampai saat ini sudah banyak pengunjung yang mendatangi destinasi wisata itu dengan kisaran 50-100 orang/hari, dan bisa 500 orang saat akhir pekan.

“Para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru selain berwisata. Mereka bisa belajar bagaimana mengenal, menanam, dan merawat mangrove,” kata Ketua Kelompok Mekartani Lindung tersebut.

Ia menjelaskan tanaman mangrove sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi atau pengikisan, melainkan bisa dimanfaatkan untuk bahan makanan dan sebagainya.

Khususnya, sebut dia, tanaman mangrove jenis Bruguiera dan Avicennia yang bisa diolah menjadi bahan makanan yang lezat dan selama ini masyarakat setempat juga sudah memanfaatkannya.

“Hutan mangrove ini merupakan hasil swadaya masyarakat setempat dibantu mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN). Dari PT Phapros juga sudah membantu dari CSR (corporate social responsibility),” katanya.

Untuk lebih membuat pengunjung nyaman, Rusmadi mengatakan pengelola berencana menambah fasilitas, seperti perahu yang nantinya bisa mengangkut pengunjung dari hutan mangrove menuju Maerokoco.

Sementara itu, Winarno pengunjung yang berasal dari Pati mengakui keindahan hutan mangrove di Maroon Mangrove Edupark itu, namun akses menuju lokasi itu masih tergolong sulit, apalagi selepas hujan.

“Kalau fasilitas di sini sudah bagus. Ya, cuma perlu ditambah lagi, seperti gazebo untuk istirahat. Saya berharapnya bisa diperluas. Jadi, lebih puas tracking mangrove,” harapnya.

Selain Maroon Mangrove Edupark, ada beberapa destinasi mangrove di Semarang, seperti hutan mangrove di Taman Maerokoco, Ekowisata Mangrove di Desa Tapak, kemudian Pantai Trimulyo, Semarang. (Jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *