Wakil Wali Kota Semarang Optimistis UNBK SMP Bisa 100 Persen

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu optimistis 100 persen sekolah menengah pertama bisa menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer.

“Kami sudah meminta Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan. Kalau syarat atau regulasinya kan sudah berubah, yakni setiap sekolah minimal punya 20 unit komputer,” katanya di Semarang, Kamis.

Ita, sapaan akrab Hevearita menjelaskan Disdik akan memantau kesiapan sekolah-sekolah untuk melaksanakan UNBK 2017, dibantu oleh unit-unit pelaksana teknis dinas (UPTD) pendidikan di kecamatan.

Menurut dia, selama ini Disdik sudah terbiasa menangani pelaksanaan UNBK sehingga untuk tahun ini dipastikan bisa berjalan dengan baik dan lancar, sebagaimana pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

“Disdik saat ini terus memetakan sekolah-sekolah yang siap melaksanakan UNBK. Hampir semua SMP maupun madrasah tsanawiyah (MTs) di Semarang punya komputer sehingga bisa 100 persen,” katanya.

Apalagi, kata dia, sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat sudah diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah provinsi sehingga Pemerintah Kota Semarang bisa fokus menangani UNBK SMP sederajat.

“Kalau sekolah sudah punya 20 komputer dan satu ‘server’ kan bisa melaksanakan. Untuk mekanismenya bisa bergantian antarsiswa peserta UNBK atau dengan sistem ‘shift’,” pungkas Ita.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan minat SMP di wilayah itu untuk melaksanakan UNBK sangat besar karena hampir semua sekolah punya minimal 20 unit komputer.

Maka dari itu, kata dia, pihaknya akan memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah untuk bisa melaksanakan UNBK sehingga tidak ada kendala berarti dan berjalan dengan lancar.

“Kalau memang kekurangan komputer, bisa juga meminjam SMA yang terdekat. Waktu UNBK SMA kan April 2017, sementara UNBK SMP pada Mei mendatang. Tidak sama waktunya, jadi bisa meminjam,” katanya.

Alternatif lainnya, kata dia, SMP yang kekurangan sarana komputer bisa melaksanakan UNBK dengan menginduk di SMA dan sederajat yang terdekat sehingga perlu dipersiapkan untuk koordinasinya.

“Ya, ini kami akan verifikasi terkait tempat dan ‘server’ masing-masing rayon untuk memudahkan koordinasi. Harapan kami, seluruh atau 100 SMP dan sederajat di Semarang bisa UNBK,” katanya. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *