Harga Cabai Tembus Rp 150.000/kg

  • Whatsapp

PURWOKERTO, Jowonews.com – Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mencapai Rp 150.000 per kilogram setelah sempat bertahan di kisaran  .000/kg selama beberapa pekan.

“Kalau eceran, harganya Rp 16.000 per ons,” kata salah seorang pedagang sayuran, Rodiah di Pasar Wage, Purwokerto, Senin (6/2).

Ia mengatakan setelah sempat bertahan di kisaran Rp 120.000/kg selama beberapa pekan, harga cabai rawit merah melonjak menjadi Rp 140.000/kg pada awal Februari.

“Pekan kemarin naik dari Rp 120.000/kg menjadi Rp 140.000/kg dan hari ini (6/2) naik jadi Rp 150.000/kg,” jelasnya.

Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit merah akibat minimnya pasokan dari petani di sentra penghasil komoditas itu seperti Temanggung, Magelang, dan beberapa kota di Jawa Timur.

Salah seorang ibu rumah tangga, Wiwin mengeluhkan kenaikan harga cabai rawit merah yang terus berlangsung.

Ia mengatakan akhir pekan lalu harga cabai rawit merah eceran masih sebesar Rp 15.000/ons namun sekarang mencapai Rp 16.000/ons.

“Masa, harga cabai rawit merah saat ini lebih tinggi dari harga daging sapi. Padahal, harga daging sapi hanya sebesar Rp 115.000/kg,” katanya.

Di Solo Rp 150.000/kg

Sementara itu harga cabai di pasar tradisional Kota Surakarta (Solo) selama 2 hari ini tinggi kembali hingga sebesar Rp 140.000/kg.

Sutinah (48), pedagang di Pasar Kleco, Solo, Senin, mengatakan bahwa dampak berkurangnya stok harga cabai rawit merah di pasar itu mencapai Rp 140.000/kg, padahal pada hari Sabtu (4/2) sebesar Rp 125.000/kg.

Sutinah tidak bisa memastikan penyebab kenaikan harga cabai tersebut. Namun, diduga karena pasokan barang ke pasar menipis.

Harga cabai lainnya, seperti rawit hijau, dijual di Pasar Kleco sebesar Rp 32.000/kg, cabai merah keriting Rp 50.000/kg, bawang merah stabil  Rp 30.000/kg, dan bawang putih Rp 34.000/kg.

Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Solo di awal Januari juga sempat melambung hingga Rp 150.000/kg. Hal ini banyak dikeluhkan masyarakat, terutama penggemar cabai.

Namun, pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta kemudian menggelar pasar murah sejumlah titik di Kota Solo guna menekan harga cabai.

Bahkan, Pemerintah Kota Surakarta mendorong masyarakat gemar menanam sayuran jenis cabai di halaman rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sendiri, menyusul tingginya harga di pasar pada saat itu.

Menurut Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, pihaknya mendorong masyarakat agar gemar tanam tanaman cabai paling tidak untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga yang menggelar pasar murah tersebut berdampak harga cabai di pasar menjadi turun hingga Rp 27.000/kg hingga Rp 29.000/kg.

Harga beberapa kebutuhan pokok lainnya di Pasar Kleco Solo sepekan ini stabil. Daging ayam tetap dijual  Rp 30.000/kg, daging sapi di Rp 100.000/kg untuk kualitas biasa, dan Rp 105.000/kg untuk kualitas super, sedangkan daging kambing Rp 85.000/kg.

Menurut Yati (41), pedagang di Pasar Kleco Solo, permintaan pasar daging ayam masih stabil. Rata-rata mampu menghabiskan sekitar 100 ekor ayam/hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagyo mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga di pasar-pasar tradisional di Solo, termasuk Pasar Kleco.

“Kami berkoordinasi dengan daerah sentra produksi cabai yang surplus untuk memasok ke Solo sehingga stok dapat melimpah,” katanya.(jn22/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *