Sebanyak 4 Desa di Wonogiri Jadi Langganan Banjir

  • Whatsapp
ILUSTRASI

WONOGIRI, Jowonews.com – Sebanyak Empat desa di dua wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri menjadi langganan banjir Kali Wiroko, yakni Desa Banyakprodo dan Tanjungsari di Kecamatan Tirtomoyo, lalu Desa Kulurejo dan Bulurejo di Kecamatan Nguntoronadi, Senin (6/2).

Dusun yang menjadi langganan banjir, terdiri atas Dusun Sambeng, Kulurejo, Tukluk, dan Karangturi. Kecuali merendam rumah warga, luapan banjir juga menggenangi ruas jalan antarprovinsi Wonogiri (Jateng)- Pacitan (Jatim).

Ketika terjadi puncak banjir, hubungan darat Wonogiri-Pacitan sering terputus. Seperti diberitakan (SM, 4/2), banjir Kali Wiroko menggenangi 21 rumah di dua desa, yakni di Dusun Sambeng RT 3/RW 2, Desa Kulurejo, dan di Dusun Karangturi RT 3/RW 5, Desa Bulurejo.

Data korban banjir di Dusun Sambeng, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, menyebutkan, ada 11 rumah yang tergenangi banjir, yakni rumah Kariyo, Suripto, Suratno, Suhendro, Sahir, Warni, Suranto, Sukatmo, Agus, Suratno, dan Parno Wiji. Kemudian 10 rumah di Dusun Karangturi, Desa Bulurejo, terdiri atas rumah milik Suratman, Tarno, Supri, Ny Jumiati, Ny Katimo, Ny Katmi, Ny Wakiyah, Ny Surip, Ny Sunardi, dan Jumadi.

Penerangan Kodim (Pendim) Letda (Inf) Nurhadi Wonogiri menyatakan, telah menurunkan anggota Koramil Nguntoronadi bersama personel Babinsa untuk bekerja bakti membantu korban banjir. Kerja bakti dilakukan bersama warga dan pamong desa.

Personel prajurit TNI-AD pimpinan Danramil Kapten (Inf) Suyatno membantu membersihkan endapan lumpur di lantai rumah warga yang menjadi korban banjir Kali Wiroko.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto menyatakan, pemicu terjadinya banjir Kali Wiroko, karena alurnya mendangkal oleh sedimentasi yang diakibatkan tingginya erosi dari wilayah hulu. Karena dangkal, alur kali tidak mampu menampung manakala terjadi hujan deras yang berkepanjangan.

Dampaknya, air kali akan meluap ke perkampungan penduduk dan menggenangi lahan pertanian yang terletak di sepanjang tepian kali. Juga menenggelamkan ruas jalan penghubung antarkecamatan, antarkabupaten, dan antarprovinsi.

“Kami meminta Pemerintah Pusat yang memiliki wewenang mengelola sungai segera melakukan revitalisasi Kali Wiroko. Selain itu perlu dilakukan konservasi lahan di bagian hulu untuk menghindari terjadinya erosi dan sedimentasi pada alur Kali Wiroko,”kata Bambang. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *