Empat Pelaku Penyalahguna Narkoba Ditangkap Polres Kudus

  • Whatsapp
ilustrasi

KUDUS, Jowonews.com – Aparat Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, selama tiga pekan terakhir mampu mengungkap dua kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang jenis sabu-sabu dengan menangkap empat pelaku beserta barang buktinya.

Menurut Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai di Kudus, Jumat (10/2), kedua kasus penyalahgunaan narkoba tersebut diungkap di dua tempat berbeda.

Kasus pertama yang diungkap, yakni pada Minggu (29/1) berhasil menangkap dua pelaku yang diduga pengedar sabu-sabu di Jalan Pattimura di depan Kafe Kiddy’s turut Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus.

Kedua pelaku yang ditangkap tersebut, yakni Susanto asal Desa Rejosari dan Asrori asal Desa Kandangmas sama-sama dari Kecamatan Dawe, Kudus.

Setelah dimintai keterangannya oleh petugas, keduanya mengakui paket sabu-sabu tersebut hendak dikonsumsi bertiga karena membelinya juga patungan.

Tersangka lain yang ikut menyumbang untuk membeli barang haram tersebut, yakni bernama Edy Wibowo asal Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus.

Atas informasi tersebut, selanjutnya petugas menangkap Edy Wibowo untuk dimintai keterangannya bersama dua tersangka yang lebih dahulu ditangkap.

Sementara pengungkapan kasus berikutnya, yakni pada Selasa (7/2) petugas berhasil menangkap pelaku bernama Rozi asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku yang tertangkap di Jalan Kudus-Jepara, turut Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, yakni satu paket kecil serbuk kristal yang diduga sabu-sabu, bong yang terbuat dari botol air mineral bekas, satu buah pipet kaca dan satu buah sumbu korek api yang terbuat dari kapas untuk telinga yang dililit dengan aluminium foil.

Di hadapan petugas, pelaku mengakui bahwa barang haram tersebut diperoleh dari seseorang bernama Tekuk.

Atas perbuatannya, tersangka Susanto, Asrori dan Edy Wibowo dijerat dengan pasal 114 atau 112 atau 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang Nomor 35/2009 tentang Narkoba dengan ancaman kurungan minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun pidana serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

Sementara tersangka Rozi dijerat dengan dengan pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang nomor 35/2009 tentang Narkoba dengan ancaman kurungan minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun pidana serta denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Adapun kasus penyalahgunaan narkoba yang terungkap selama 2015 sebanyak delapan kasus dengan 11 tersangka.(jn22/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *