Situs Liyangan akan Segera Diesvakasi Lagi

  • Whatsapp

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Esvakasi situs Liyangan yang ada di lereng Gunung Sindoro Temanggung akan segera dilakukan lagi. Pemkab pun sudah menganggarkan dana Rp300 juta untuk ekskavasi situs yang ada di Desa Purbosari, Ngadirejo tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto mengatakan anggaran tersebut sudah ditetapkan dalam APBD 2017.

Ia mengatakan pada 2017 direncanakan ada dua kali ekskavasi di situs yang merupakan peninggalan zaman Mataram Kuno ini.

Ekskavasi akan dilakukan oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

“Waktunya belum bisa dipastikan, kami masih menyesuaikan dengan jadwal dari BPCB dan Balar. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ekskavasi biasanya dilakukan pada bulan Mei dan menjelang tutup tahun,” katanya.

Menurut dia anggaran sebanyak Rp300 juta tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan ekskavasi, namun sekitar Rp100 juta akan dimanfaatkan untuk membuat selter atau atap pelindung di beberapa titik barang temuan yang dianggap sangat rawan rusak.

“Kalau untuk ekskavasi saja sekitar Rp200 juta, sisanya untuk kelengkapan fasilitas, seperti pembuatan selter untuk melindungi temuan arang kayu dan beberapa temuan yang dianggap sangat rawan rusak,” terangnya.

Ia menuturkan sejak ditemukan pertama kali oleh penambang galian golongan C sekitar tahun 2008, ekskavasi Situs Liyangan sudah dilakukan beberapa kali. Namun, hasil ekskavasi memang belum maksimal, misteri yang terkandung di situs belum terungkap sepenuhnya.

“Ekskavasi sudah membuahkan hasil yang cukup lumayan, sebagian situs sudah terbuka, situs utama, lahan pertanian, tempat peribadatan, dan beberapa temuan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan dari ekskavasi terakhir tahun 2016, tim menemukan beberapa barang bersejarah antara lain lima lapis talut border di atas area pemujaan dan di antara talut tersebut diduga terdapat saluran air kuno.

Selain iru, tim ekskavasi juga menemukan tulang belulang dan pecahan keramik yang terkonsentrasi, serta sisa-sisa bangunan berbahan organik yang telah menjadi arang dan juga menemukan serbuk sari tanaman.(jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *