Urban Farming Kini Jadi Tren Masyarakat Perkotaan

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Belakangan banyak Pemda khususnya di daerah perkotaan mengajak warganya untuk menerapkan konsep urban farming.

Seperti halnya yang dilakukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Ia mendorong penerapan “urban farming” untuk menyiasati pemanfaatan lahan pekarangan untuk menunjang perenomian keluarga.

“Dengan ‘urban farming’ ini, targetnya selain untuk penghijauan, masyarakat juga bisa mengonsumsi sayuran yang ditanamnya sendiri, seperti cabai,” katanya.

Hal itu dikatakan saat Pelatihan Budi Daya Sayuran Organik dan Sayuran Hidroponik yang digelar Pemerintah Kota Semarang dan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) di Kelurahan Pakintelan.

“Urban farming” adalah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, seperti menanam dengan memafaatkan ketersediaan lahan pekarangan sempit di perkotaan.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengatakan bahwa “urban farming” merupakan solusi untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sempit menjadi produktif sebagai lahan pertanian perkotaan.

“Pengeluaran belanja rumah tangga bisa ditekan karena tidak perlu lagi membeli cabai, tomat, dan berbagai sayuran lainnya. ‘Kan semuanya sudah tersedia di pekarangan rumah,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa uang atau anggaran belanja yang selama ini untuk membeli berbagai sayuran itu bisa untuk keperluan lainnya atau ditabung sehingga perekonomian keluarga meningkat.

Dengan pelatihan budi daya itu, orang nomor satu di Kota Semarang tersebut berharap makin banyak warga yang tergerak menanam sayuran di pekarangannya sendiri sehingga jadi ijo royo-royo.

“Seluas apa pun dan dengan kondisi apa pun lahan pekarangan yang dimiliki sebenarnya bisa diolah menjadi lahan yang produktif. Target kami, pelatihan ini digelar di 16 titik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana menjelaskan bahwa “urban farming” tentunya bisa menjadi solusi menghadapi melambungnya harga komoditas, seperti cabai.

“Ini dapat menjadi solusi di saat harga komoditas sayuran melambung tinggi, seperti cabai, di samping meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Tia, sapaan akrab istri Wali Kota Semarang itu.

Ditambahkan, pelatihan itu merupakan bentuk dukungan PKK Kota Semarang terhadap gerakan tanam cabai di setiap kelurahan dengan satu keluarga minimal satu cabai yang diluncurkan pada tanggal 25 Januari 2017.

Pada pelatihan itu, masyarakat diajari berbagai langkah efektif menyiapkan media tanam, memilih bibit unggul, menanam, merawat, dan mengembangbiakkan menjadi beberapa tanaman. (Jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *