Haryanto Janji Tetap Layani Pemilih Kotak Kosong

  • Whatsapp

PATI, Jowonews.com – Haryanto berjanji jika terpilih kembali sebagai Bupati Pati tidak akan membedakan ketika melayani rakyat, baik yang mendukung dirinya maupun yang memilih kotak kosong pada surat suara pilkada setempat, Rabu.

“Mereka adalah rakyat yang harus kami layani. Wajar kalau namanya demokrasi ada yang cocok dan tidak cocok,” kata Haryanto, Bupati Pati periode 2012 hingga 2017, ketika ditemui di rumahnya, Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Rabu (15/2).

Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2017 diikuti hanya satu pasang calon, yakni Haryanto-Syaiful Arifin sehingga hanya terpampang visi dan pasangan tersebut di setiap tempat pemungutan suara yang berjumlah 2.295 TPS.

Visi dan Misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Syaiful Arifin itu terlihat di papan pengumuman sebelum para pemilih masuk ke TPS 07, RT 03, RW V, Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, tempat Haryanto beserta istri Ny Dra Musus Indarnani Haryanto dan putrinya, Tresya Okta Vera, menggunakan hak pilihnya.

Dalam visi dan misi pasangan tersebut juga tampak delapan gambar partai politik pengusung, yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKB, PKS, Hanura dan PPP.

“Visi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik itu kami kemas dengan semboyan Noto Projo,” kata Haryanto.

Sementara itu, misinya, antara lain, meningkatkan akhlak, budi pekerti sesuai dengan budaya dan kearifan lokal; meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Haryanto menilai wajar di antara 1.034.256 orang ada yang tidak memilih dirinya bersama pasangannya, Syaiful Arifin.

“Kami menargetkan 80 persen dari total suara sah,” kata Haryanto di rumahnya, Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Namun, lanjut dia, yang namanya kotak kosong bukan pasangan calon, kemudian pemerintah mewadahi bagi yang tidak cocok dengan pasangan calon yang ada.

Bentuk surat suara pada pemilihan satu pasangan calon ini, sebagaimana ketentuan di dalam PKPU Nomor 11 Tahun 2016, memuat dua kolom yang terdiri atas satu kolom yang memuat foto dan nama pasangan calon dan kolom kosong yang tidak bergambar atau lebih populer dengan istilah “kotak kosong”.

Menurut Haryanto, setelah pihaknya menginventarisasi, ternyata mereka yang kemarin mengajak masyarakat untuk memilih “kotak kosong” bukan atas nama kepentingan umum, melainkan kepentingan pribadi yang tidak tersampaikan.

“Misalnya, mereka yang mempunyai grup ketoprak, katanya saya tidak pernah memainkan. Selain itu, mereka meminta mengganti nama Jalan Tondonegoro menjadi Jalan Veteran. Padahal, jalan ini sudah ditetapkan sebelum saya lahir. Saya ‘kan tidak bisa memenuhinya,” kata pria kelahiran Pati, 8 April 1964, itu.

Ia melanjutkan, “Kalau kepentingan umum, sudah kami akomodasi lewat musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang), mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.” Sementara itu, pada hari-H pemungutan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati 2017, Rabu, Haryanto beserta istri Ny. Dra. Musus Indarnani Haryanto dan putrinya, Tresya Okta Vera, menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07, RT 03, RW V, Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.(jn22/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *