Pendukung Kotak Kosong Optimistis Menangi Pilkada Pati

  • Whatsapp

PATI, Jowonews.com – Sukarelawan “kotak kosong”, yang bergabung dalam Aliansi Kawal Demokrasi Pati (AKDP) tidak main-main dalam Pilkada Pati 2017. Kelompok kotak kosong ini bahkan menargetkan meraih 70 persen suara sah atau akan memenangi Pilkada Pati 15 Februari 2017.

“Kami optimistis bakal mengungguli pasangan calon tunggal, Haryanto-Syaiful Arifin, karena kebijakan Bupati Pati Haryanto selama empat tahun ini telah mengecewakan rakyat,” kata sesepuh AKDP Sukaryo ketika ditemui di rumahnya sekaligus Posko Relawan Kotak Kosong, Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

Mantan Kepala Desa Tlogoayu itu lantas menyebutkan sejumlah kebijakan yang menurut penilaiannya kurang berpihak pada rakyat, antara lain, tarif pajak yang relatif tinggi dan pemberian izin minimarket di sejumlah tempat yang memengaruhi omzet sejumlah warung milik warga.

Oleh karena itu, dia merasa yakin masyarakat di 21 kecamatan di Pati bakal memilih kolom kosong atau lebih populer dengan istilah “kotak kosong” meski delapan dari sembilan parpol yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Pati mengusung pasangan Haryanto-Syaiful Arifin pada pilkada setempat.

Kedelapan parpol yang menguasai 46 dari 50 kursi DPRD Kabupaten Pati itu, yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKB, PKS, Hanura, dan PPP.

Kendati pada masa tenang atau H-1, Posko Relawan Kotak Kosong, Jalan Pati-Kayen, Selasa, terlihat dikunjungi sejumlah warga.

Ada di antara mereka yang mengaku belum menerima undangan untuk mencoblos. Misalnya, Yahya (34), guru salah satu madrasah sanawiah di Kecamatan Kayen.

Yahya mengatakan bahwa dirinya tidak mendapat Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati, 15 Februari 2017, padahal sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

Namun yang bersangkutan diminta menunjukkan dokumen kependudukan itu, dia mengaku tidak membawa.

“Besok (Rabu, 15 Februari 2017, red.) saya tetap mencoblos dengan menunjukkan KTP kepada anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS,” imbuhnya. (Jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *