Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 96,05 Triliun

  • Whatsapp
ilustrasi

JAKARTA, Jowonews.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat sepanjang 2016 total klaim dan manfaat yang dibayarkan Rp 96,05 triliun atau meningkat 32,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 72,57 triliun.

“Peningkatan ini dapat terjadi akibat bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun pengalihan dana untuk keperluan lainnya,” Ketua Bidang Regulasi dan Best Practices AAJI Maryoso Sumaryono saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/2).

Klaim Nilai Tebus (Surrender) sebesar Rp 52,32 triliun memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 54,5 persen dari total klaim yang dibayarkan. Klaim nilai tebus tersebut meningkat sebesar 49,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 35,12 triliun.

Klaim meninggal dunia juga mengalami peningkatan sebesar 20,8 persen dari sebelumnya Rp 6,85 triliun pada 2015 lalu menjadi Rp 8,28 triliun.

Sedangkan klaim penarikan sebagian (Partial Withdrawal) meningkat sebesar 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015, menjadi Rp 13,57 triliun dari sebelumnya Rp 12,59 triliun.

Sementara itu, klaim kesehatan turut meningkat sebesar 28,5 persen menjadi Rp 9,29 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 7,23 triliun.

“Peningkatan angka ini menggambarkan bahwa masyarakat betul-betul merasakan manfaat dan layanan asuransi kesehatan serta menyadarkan kita akan pentingnya perlindungan kesehatan,” kata Maryoso.

Total pendapatan industri asuransi jiwa pada 2016 mencapai Rp 208,92 triliun atau tumbuh 57,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 132,74 triliun.

“Dengan hasil perolehan ini, dapat digarisbawahi bahwa industri asuransi jiwa nasional terus bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan didasari antara lain oleh tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa yang meningkat,” katanya.

Ia menuturkan, total pendapatan premi merupakan penyumbang terbesar terhadap total pendapatan industri asuransi jiwa. Pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan membuat total pendapatan premi di 2016 mengalami peningkatan sebesar 29,8 persen menjadi Rp 167,04 triliun dibandingkan periode yang sama di 2015 Rp 128,66 triliun.

Meningkatnya total pendapatan premi didukung oleh pertumbuhan pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang mengalami pertumbuhan sebesar 74,1 persen serta berkontribusi sebesar 43,3 persen dari keseluruhan total pendapatan premi industri asuransi jiwa.

Sementara itu, dari saluran distribusi keagenan meningkat sebesar 6,2 persen dan saluran distribusi alternatif meningkat 14,7 persen, masing-masing memberikan kontribusi 38,9 persen dan 17,7 persen.

Total pendapatan industri asuransi jiwa juga ditopang hasil investasi yang meningkat pesat sebesar 2.145,5 persen dari sebelumnya Rp 1,66 triliun menjadi Rp 33,94 triliun.

“Semakin baiknya pergerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) turut memengaruhi hasil investasi industri asuransi jiwa terkait pasar modal. Kondisi ini juga sedikit banyak memberikan gambaran akan semakin membaiknya iklim investasi di Indonesia,” ujar Hendrisman.

Investasi industri asuransi jiwa didominasi oleh investasi dalam bentuk saham dan reksadana masing-masing porsinya 29,3 persen dan 31,9 persen dari jumlah investasi Rp 395,96 triliun. Kemudian diikuti oleh Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito masing-masing 14,7 persen dan 12,6 persen.(jn22/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *