Mahasiswa Semarang Serukan Pemakzulan Ahok

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews,com – Puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Semarang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Berlian Jalan Pahlawan Kota Semarang, Kamis (16/2/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat berorasi, salah satu perwakilan massa menyerukan siap mendorong pemakzulan Presiden jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) tidak segera dinonaktifkan. KAMMI menuntut tegaknya supremasi hukum dan mendesak DPRD Jawa Tengah untuk menekan DPR RI memepercepat hak angket.

Saat ditemui, Koordinator Aksi Muhammad Hafidz, mengatakan pemerintah tercatat sudah tiga kali berusaha melindungi Ahok dalam kasus penistaan agama.

“Pertama, lambannya pengusutan laporan terhadap Ahok di kepolisian. Harusnya kasus ini tidak jadi isu besar dan nasional kalau Kepolisian RI bergerak cepat, dan adil sejak dilaporkan 7 Oktober 2016. Kedua, ketika Ahok berulah lagi mengancam dan menuduh KH Ma’ruf Amin berbohong, yang meredakan dan meminta maaf malah Menko Maritim. Ketiga, seharusnya Ahok dinonaktifkan setelah masa cuti berakhir, tapi Mendagri Tjahjo Kumolo bersikeras,” katanya.

Indikasi ketiga, lanjut Hafidz, pemerintah melakukan kesalahan. “Pemerintah beralasan menunggu tuntutan jaksa atas pasal yang dituntut. Padahal berdasarkan UU 23 tentang Pemerintah Daerah dinyatakan dalam pasal 83 ayat (1) kepala daerah yang menjadi terdakwa harus dinonaktifkan, ayat (2) sudah diperjelas status terdakwa adalah ketika berkas perkara sudah dilimpahkan dan teregistrasi di pengadilan, bukan menunggu tuntutan jaksa,” jelas Hafidz.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya perwakilan massa ditemui oleh Bagian Humas dan Pengkajian Sekretariat DPRD dan dari pihak kepolisian. Kasubag Humas dan Publikasi Djarwoko menjelaskan seluruh anggota Dewan pada hari itu ada kunjungan kerja dan dinas luar dan tidak bisa menerima pengunjuk rasa secara langsung.

“Aspirasi dari rekan-rekan akan langsung kami sampaikan sesuai prosedur kami,” kata Djarwoko.

Setelah ditemui dan bersedia menerima saran dari Humas, massa akhirnya pulang dan membubarkan diri dari Gedung Berlian. Selama berlangsungnya aksi unjuk rasa, aparat keamanan tidak menemui kendala. (jn17/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *