Ditentang Ormas Islam, Perayaan Cap Go Meh Dipindah ke Balaikota

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Panitia penyelenggara perayaan Makan Lontong Cap Go Meh akhirnya memindah lokasi acara dari sebelumnya di halaman Masjid Agung Jawa Tengah ke halaman Balaikota Semarang. Pemindahan lokasi acara ini seiring dengan penolakan oleh sejumlah ormas Islam di Semarang.

Dan setelah sempat menjadi kontroversi, pengelola Masjid Agung Jawa Tengah sendiri yang awalnya setuju, kini tidak memberikan izin acara ini.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah Dewi Susilo Budihardjo mengatakan, semangatnya dalam menggelar acara ini adalah semangat kebhinekaan, sekaligus merajut persaudaraan antara budaya nusantara.

“Sebenarnya kami ingin menyampaikan semangat persaudaraan dan kedamaian, soal tempat kami tidak begitu mempermasalahkan,” ujarnya, Sabtu (18/2).

Pihaknya tak ingin polemik penolakan oleh sejumlah ormas dibesar-besarkan. Justru yang perlu dikabarkan adalah pesan kedamaian ini.

“Semua itu memang ada hikmahnya, akibat masalah ini justru acara saya ini semakin banyak yang berminat datang, di sekretariat itu banyak yang telepon tanya undangan. Saya sudah nyetak undangan banyak, tapi khawatir kurang,” terangnya.

Kegiatan yang akan digelar Minggu (19/2) sore pukul 18.00 WIB ini direncanakan diikuti oleh 12.000 warga Semarang dari berbagai latar belakang.

Bersamaan dengan itu juga akan diciptakan rekor Museum Rekor Indonesia-Dunia (Muri) dengan memakan 12.000 Lontong Cap Go Meh secara serentak.

Setelah itu, digelar dialog kebudayaan dengan tokoh-tokoh nasional, seperti Kiai Mustofa Bisri atau Gus Mus dan Habib Lutfi bin Yahya.(jn19)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *