Peringati Setahun Kepemimpinan, Hendi Akui PR Soal Rob dan Banjir

  • Whatsapp
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi

SEMARANG, Jowonews.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui pekerjaan rumah (PR) yang masih belum terselesaikan pada satu tahun kepemimpinannya, terutama persoalan rob dan banjir.

“Berkaitan banjir ini, tercatat pada dua hari lalu ada tujuh titik yang kebanjiran. Hal ini tentu membuat kami merasa prihatin,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi di Semarang, Jumat.

Hal tersebut diungkapkannya usai Peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti yang berlangsung di balai kota setempat.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu cemas karena sudah dimulai pelelangan untuk proyek peninggian di Sungai Tenggang dan Sungai Beringin yang diprediksi rampung dalam dua tahun.

“Tanggul laut untuk penopang juga sedang dalam proses. Paling cepat, akhir 2018 persoalan rob dan banjir di wilayah timur Semarang bisa diatasi,” katanya.

Untuk warga korban banjir, Hendi juga mengajak jajaran Pemerintah Kota Semarang bersama kalangan pengusaha untuk gotong royong membantu sehingga terkumpul dana yang dibelanjakan sembako dengan nilai Rp70 juta.

Namun, kata dia, masih tersedia dana senilai Rp100 juta hasil dari gotong royong itu yang nantinya akan disalurkan untuk membantu meringankan beban warga yang kebanjiran.

Menurut dia, ada beberapa program selama satu tahun ini yang cukup berhasil, seperti layanan Lapor Hendi, baik lewat SMS maupun media sosial yang menjadi inspirasi atau dorongan untuk terus melakukan membenahi Kota Semarang.

“Dari evaluasi kami selama dua minggu terakhir, ada tiga hal yang terbanyak dikomplain masyarakat, yakni jalur searah, jalan berlubang, serta rob dan banjir. Saya kumpulkan kawan-kawan untuk mencari solusi segera,” katanya.

Yang jelas, Hendi tidak ingin jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hanya sekadar menjawab komplain dari masyarakat itu dengan janji untuk segera menindaklanjuti.

“Tidak hanya kemudian dijawab, oke akan kami tindak lanjuti, tetapi bagaimana PR ini dituntaskan. Langkahnya tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi menciptakan sistem bagaimana agar ke depan tidak ada persoalan lagi,” katanya.

Selain itu, masih ada beberapa program yang diluncurkan Pemkot Semarang setahun ini, yakni kampung tematik atau penataan wilayah perkampungan yang semula kumuh menjadi bersih dan cantik yang kini sudah dilakukan di 32 kampung.

Kedua, “smart city” dengan adanya 177 sistem aplikasi yang dibangun selama setahun ke belakang, Kredit Wirausaha Bangkit jadi Jawara (Wibawa) yang menawarkan bunga 3 persen/tahun, kemudian penataan pasar-pasar tradisional.

Dua program lainnya, yakni layanan Ambulans Si Cepat yang melayani kegawatdaruratan secara 24 jam nonstop yang baru saja diluncurkan, serta penataan kawasan Kota Lama, mulai infrastruktur, pedagang kaki lima (PKL), hingga penyelenggaraan berbagai even. Jn16-ant

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *