Gelombang Kedua Imigran Afrika Masuki Spanyol

  • Whatsapp
African migrants sit on top of a border fence between Morocco and Spain's north African enclave of Melilla during their latest attempt to cross into Spanish territory, April 3, 2014. Spain has more than doubled the strength of security forces at Melilla, after about 500 people stormed its fences in the biggest border rush for years earlier this month. Immigrants from all over Africa regularly dare the razor-wire fences of Spanish enclaves Ceuta and Melilla, which are surrounded by Moroccan territory and sea. REUTERS/Jesus Blasco de Avellaneda (SPAIN - Tags: POLITICS SOCIETY IMMIGRATION TPX IMAGES OF THE DAY) *** Local Caption *** Imigran Afrika duduk di atas pagar pembatas antara Maroko dan wilayah Spanyol di Afrika Utara Melilla dalam upaya menyeberang ke wilayah Spanyol, Kamis (3/4). Spanyol telah menggandakan kekuatan pasukan keamanan mereka di Melilla, setelah lebih dari 500 orang menyerbu pagar-pagarnya dalam penyerbuan perbatasan selama bertahun-tahun terakhir awal bulan ini. Imigran dari berbagai daerah di Afrika secara berkala menerobos pagar kawat berduri perbatasan wilayah Spanyol Ceuta dan Melilla, yang dikelilingi wilayah Maroko dan laut. ANTARA FOTO/REUTERS/Jesus Blasco de Avellaneda/ox/14.

MADRID, Jowonews.com – Lebih dari 300 pendatang asal Afrika melompati pagar perbatasan antara Maroko dan Ceuta, wilayah di bawah kekuasaan Spanyol, Senin (20/2) pagi.

Peristiwa itu merupakan gelombang kedua para pendatang sejak Jumat (17/2) lalu, demikian pernyataan pihak layanan darurat.

Sebanyak 11 orang dilarikan ke rumah sakit setelah melompati pagar setinggi 6 meter yang dilengkapi kawat berduri yang mengelilingi eksklave milik Spanyol di Afrika Utara itu, demikian pernyataan Palang Merah Internasional.

Pada Jumat (17/2) lalu, sekitar 500 pendatang melintasi pagar yang sama di perbatasan itu, yang sering kali digunakan untuk pintu masuk bagi kaum pendatang Afrika menuju Eropa. Mereka berupaya memanjat pagar atau berenang di laut yang berada di sekeliling tempat itu.

Dua kantong pendatang milik Spanyol di Ceuta, Maroko utara yang berada Selat Gibraltar dan Melilla yang terletak lebih jauh di sebelah timur dan lebih dekat ke perbatasan Aljazair sering kali menjadi tempat bagi mereka yang berupaya menyeberangi perbatasan secara ilegal.

Lebih dari 1.100 pendatang berupaya menyeberangi Ceuta pada bulan Januari lalu, namun lebih banyak dari mereka dipulangkan.(jn22/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *