FSLDK Deklarasikan Gerakan Nasional Peduli Negeri

  • Whatsapp

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) mendeklarasikan Gerakan Nasional Peduli Negeri yang fokus pada pencegahan narkoba dan minuman keras (miras). Selain deklarasi anti narkoba dan miras, FSLDK juga meneguhkan komitmen menumbuhkan jiwa nasionalisme mahasiswa dalam kerangka membangun Indonesia.

Gerakan ini bekerjasama dengan Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gerakan Anti Miras (Genam) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi 1.

Bacaan Lainnya

“Miras adalah salah satu gerbang menuju kepada penggunaan narkoba. Sebagai generasi muda kita harus lawan miras dengan perang kita masing-masing,” ungkap Fahira Idris selaku ketua Gerakan Anti Miras saat menjadi pembicara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III FSLDK di Aula Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) Surakarta, Ahad (26/2/2017).

Wakil Pimpinan Pusat Ganas Annar MUI Titik Haryati menegaskan bahwa aktivis dakwah harus siap untuk melawah narkoba. Bahkan Titik mengungkapkan pihaknya siap memfasilitasi FSLDK untuk membentuk satuan tugas (Satgas) anti narkoba. “Ganas Annar siap memfasilitasi pelatihan untuk menjadi satgas anti narkoba.” Ungkap Titik.
Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari memaparkan tentang pentingnya peran pemuda untuk menjaga kedaulatan NKRI. “Apa yg anda kerjakan hari ini mungkin biasa-biasa saja. Tapi 20 tahun yang akan datang peristiwa ini akan menjadi sejarah dan kalian akan memimpin negeri ini. Karena kalian adalah pemilik sah negeri ini, ” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan Dwiatmojo. Ia mengatakan agar Indonesia menjadi negara maju, beradab dan berakhlak harus dibangun bersama-sama. Para aktifis dakwah adalah bagian dari komponen yang ikut berkontribusi didalamnya. “

“Kita adalah anak kandung Indonesia, yang berhak mewarisi negeri ini adalah kita, bukan bangsa lain. Maka membangun dan menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama”, pungkas Hanafi.

Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) III pada tanggal 24-26 Februari 2017 bertempat di Surakarta. Agenda ini dihadiri oleh 120 peserta yang merupakan pimpinan dari 37 pusat komunikasi daerah sebagai perwakilan dari lembaga dakwah kampus se-Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *