Nelayan Karimunjawa Butuh Alat Pendingin

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – PT PLN (Persero) menyatakan nelayan Karimunjawa membutuhkan “cold storage” atau alat penyimpan ikan hasil tangkapan sebelum dijual ke pasaran.

“Selama ini belum ada satupun alat ‘cold storage’ di Karimunjawa, padahal nelayan sangat butuh alat ini,” kata Manager PLN Area Kudus Didi Rachmat di Semarang, Jumat (7/4).

Bacaan Lainnya

Mengenai kebutuhan listrik untuk mengaliri “cold storage” tersebut pihaknya siap menyalurkannya. Sejauh ini, PLN masih memiliki kapasitas daya yang tersedia dari PLTD Legon Bajak, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara sebesar 2×2,2 megawatt (mw).

Untuk diketahui, dari total kapasitas tersebut sejauh ini baru digunakan 11 persennya, sehingga masih banyak daya yang belum tersalurkan.

“Dalam hal ini kami mengundang investor untuk datang, salah satu tujuannya tentu sekaligus membantu melengkapi infrastruktur nelayan,” katanya.

Meski tidak menyampaikan biaya pasti, dia mengatakan nelayan tidak bisa menyediakan alat tersebut secara mandiri mengingat harganya yang cukup mahal.

Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah Ali Mulyono tidak memungkiri adanya kesulitan nelayan Karimunjawa dalam menyimpan hasil tangkapan mereka. “Dengan terbatasnya fasilitas mau tidak mau mereka langsung menjual hasil tangkapannya. Jadi harga berapapun akan terima,” katanya. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *