Bintraco Dharma Resmi Melantai di Bursa Efek

  • Whatsapp
ILUSTRASI; Bursa saham

JAKARTA, Jowonews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan saham perdana PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (Bintraco Dharma) sebagai emiten kedua pada tahun 2017, dengan demikian total perusahaan tercatat menjadi sebanyak 537 emiten.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Senin (10/4) mengatakan bahwa saham itu dicatatkan pada Papan Pengembangan di BEI dengan kode perdagangan CARS.

“Bintraco sudah menjadi perusahaan publik, sehingga mohon dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (GCG) yang mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan juga ‘fairness’,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan GCG akan meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan, mendukung tercapainya sasaran perusahaan yang lebih baik, serta mendukung tercapainya perusahaan yang sehat dan berdaya saing global.

Bintraco Dharma Tbk melepas sebanyak 150 juta lembar saham atau 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Perseroan menawarkan harga saham perdana sebesar Rp1.750 per saham, dengan demikian, perseroan meraih dana dari hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp262,5 miliar.

Bintraco Dharma merupakan perusahaan induk yang memiliki kegiatan usaha otomotif melalui jaringan Nasmoco Group (diler resmi Toyota untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kecuali Kudus dan Jepara) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui PT Andalan Finance Indonesia..

Direktur Utama Bintraco Dharma, Sebastianus Harno Budi menambahkan bahwa sekitar 33 persen dana dari hasil IPO atau sebesar Rp86,62 miliar akan dialokasikan sebagai belanja modal terkait dengan pengembangan usaha melalui pembangunan diler baru beserta fasilitasnya.

Kemudian, lanjut da, sekitar 33 persen juga akan digunakan untuk investasi yang berkaitan dengan kegiatan akuisisi, dan sisanya atau 34 persen akan digunakan untuk modal kerja.

“Kami yakin dengan prospek bisnis Bintraco Dharma ke depan, dan kami juga berharap kehadiran di pasar mdal dapat memberikan nilai tambah bagi ‘stakeholders’ dan investor,” katanya.

Dalam pencatatan saham perdana CARS, terpantau naik sebesar 5,71 persen dari harga saham perdana di level Rp 1.750 per saham. Namun, pada pukul 11.00 WIB, saham CARS terpantau menurun 5,71 persen ke posisi Rp 16.501 per saham.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *