Pembangunan Terowongan Kalirajut Ditunda

  • Whatsapp

BANYUMAS, Jowonews.com – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk selalu pelaksana proyek “Purwokerto Tunnel” menunda pengeboran perdana terowongan Kalirajut, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang semula direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 10 April 2017.

“Kami menunda pengeboran karena terkendala oleh kondisi cuaca yang masih sering terjadi hujan lebat,” kata Project Manager PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Apri Setiawan di Purwokerto, Senin.

Menurut dia, tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap pekerjaan “shotcrete” (menyemprotkan adonan beton di bawah tekanan pada ‘steel rib’ dan ‘wiremesh’ yang telah terpasang sebagai proteksi, red.) pada tebing di sekitar lokasi bakal terowongan.

Ia mengatakan sebelum pengeboran terowongan, semua tebing harus di-“shotcrete” supaya aman.

Akan tetapi jika terjadi hujan sebelum adonan beton mengering, kata dia, “shotcrete” tersebut dikhawatirkan bisa lepas sehingga menjadi kendala dalam pekerjaan berikutnya.

“Namun kalau sudah dibor, tidak terlalu berdampak karena semua aktivitas pekerjaan dan beton di dalam terowongan sehingga tidak terkena terkena air hujan secara langsung,” kata dia yang juga General Manager Infrastruktur PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Seperti diwartakan, dalam proyek pembangunan jalur rel ganda Purwokerto-Kroya akan dibangun tiga terowongan baru untuk menggantikan dua terowongan yang ada saat ini, yakni terowongan Kalirajut dan Kebasen.

Kedua terowongan tersebut akan digunakan untuk dua jalur rel sekaligus.

Terowongan baru di Kalirajut akan dibangun di sisi selatan terowongan yang ada saat ini.

Panjang terowongan baru tersebut akan mencapai 555 meter sedangkan terowongan yang ada saat ini hanya sepanjang 260 meter.

Sementara di Kebasen, rencananya akan dibuat dua terowongan baru yang letaknya berdekatan masing-masing sepanjang 109 meter dan 183 meter yang berada di sisi utara terowongan saat ini.

Kedua terowongan itu akan menggantikan terowongan sepanjang 79 meter yang sampai sekarang masih digunakan.

Dalam pembangunan jalur rel ganda tersebut, ada beberapa petak jalur lama yang nantinya tidak akan digunakan untuk mengurangi jumlah lengkung atau jalur yang menikung.

Dalam hal ini, jalur ganda dibuat lurus dengan cara memangkas bukit dan membuat terowongan baru sehingga jarak Purwokerto-Kroya menjadi lebih pendek dan waktu tempuhnya lebih cepat.

Sebelumnya, jarak Purwokerto-Kroya yang mencapai 36 kilometer, namun dengan adanya pemangkasan bukit dan pembuatan terowongan baru berkurang menjadi 27 kilometer. (JWN3/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *