Jelang Paskah, Gereja di Solo Disterilkan

  • Whatsapp
ilustrasi, foto : Metro TV

SOLO, Jowonews.com – Kepolisian Resor Kota Surakarta melakukan sterilisasi sejumlah gereja di Kota Solo, Kamis (13/4), guna pengamanan serangkaian kegiatan Hari Paskah 2017.

Anggota Polresta Surakarta dibantu pasukan Brimob dan Gegana mulai menelusuri di Gereja Santo Paulus Kleco Solo, dilanjutkan ke Santo Petrus Gendengan, Santo Antonius Purbayan, dan Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan.

Menurut Kepala Polresta Surakarta AKBP Ribut Budi Wibowo, pihaknya menurunkan anggotanya didukung teman-teman dari Brimob dan Gegana melakukan pengamanan kegiatan rangkaian ibadah Paskah 2017 di Solo.

“Kami tempatkan anggota yang didukung pasukan Brimob di gereja-gereja dan tempat lainnya sehingga Solo aman dan nyaman untuk semuanya,” kata Kepolres saat meninjau pengamanan di Gereha SP Maria Regina Purbowardayan Solo.

Kapolres mengatakan petugas sudah melakukan sterilisasi antara lain Gereja Santo Paulus Kleco, Santo Petrus Gendengan, Santo Antonius Purbayan, dan Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan Solo.

Namun, kata Kapolres, sterilisasi akan dilanjutkan terus hingga Kamis sore dibantu anggota pasukan Brimob dan Gegana.

“Kami ingin menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Solo. Masyarakat tidak perlu takut dan beribadah dengan tenang, kami siap menjaga dan mengamankan,” kata Kapolres menegaskan.

Kapolres mengatakan gereja-gereja mendapat pengamanan dengan menyesuaikan jumlah umatnya. Jika banyak umat akan mendapatkan pengamanan dipertebal dengan maksimal.

Romo Gereja SP Maria Regina Purbowardayan Solo Antonius Budi Wihandono mengatakan umat Katolik di Paroki totalnya sebanyak 14.503 orang, sedangkan di gereja ini, kegiatan akan diikuti umat sebanyak 8.900 orang.

“Paskah tahun ini, tema “Aku Pelopor Peradaban Kasih”, artinya sekarang banyak orang tidak beradab atau tuna adab termasuk orang beragama banyak yang tidak beradab,” kata Antonius Budi Wihandono.

Oleh karena itu, kata Antonius Budi, dengan tema tersebut, jemaatnya menjadi pelopor dengan mengedepankan kasih tanpa membedakan suku, ras, agama apapun. Kegiatan ini, antara lain dengan melakukan donor darah, bedah rumah, dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat kurang mampu.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *