Pemain Asing Malah Dominasi Mebel di Jateng

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Para pelaku UKM mebel dan furnitur dinilai belum mengoptimalkan pasar lokal karena cenderung sibuk memperluas pasar ekspor yang dalam beberapa waktu terakhir justru mengalami kelesuan.

Ketika produsen furnitur Indonesia sibuk mencari pasar di luar negeri, kata Erie, pasar lokal justru digarap oleh merek-merek asing seperti Ikea dan Informa.

Bacaan Lainnya

“Pasar mebel dan furnitur turun drastis karena perekonomian global yang lesu dan regulasi kita yang masih belum menguntungkan produsen,” kata Pemilik UD Permata Furni Erie Sasmito di Kawasan Industri Tambak Aji, Semarang Barat, Jawa Tengah, Kamis.

UD Permata Furni merupakan salah satu produsen berbasis sistem plasma yang bekerja sama dengan puluhan UKM di Jepara, Blora, dan Kendal untuk menjaga pasar dan kontinyuitas produk.

Produknya 100 persen dikirim ke pasar ekspor atau 60 persen di antaranya untuk pasar Eropa meliputi Belanda, Swedia, dan sekitarnya, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Jepang.

Menurut Erie, meski permintaan pasar global terhadap furnitur Indonesia sedang lesu tetapi hal itu bukan cerminan bahwa industri tersebut tidak bagus namun hanya perlu direspon dengan baik oleh pelaku industri.

“Produsen sudah saatnya menggarap kebutuhan domestik. Selama ini kita gagal fokus tidak mengoptimalkan pasar furnitur lokal,” katanya.

Salah satu tantangan terberat produsen dan UKM furnitur lokal yakni karena tren disain para produsen lokal cenderung tidak berkembang.

“Tren disain, para produsen kita cenderung menggarap produk yang itu-itu saja secara turun-temurun. Padahal orang-orang saat ini termasuk pasangan muda yang baru menikah tidak memiliki ruangan yang besar untuk produk furnitur seperti orang tua atau nenek mereka,” katanya. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *