Mentan Harapkan Pengembangan Bawang Temanggung Ditingkatkan

  • Whatsapp
Mentan Amran Sulaiman. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar pengembangan bawang putih lokal di Temanggung, semakin ditingkatkan. Sehingga, komoditas tersebut kembali berjaya dan mampu mengurangi impor bawang putih.

“Petani bawang putih kita dorong menanam seperti dahulu, Temanggung sebagai pusatnya bawang putih yang lahannya mencapai 20 ribu hektare,” ujar Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di sela panen raya bawang putih dan gerakan tanam cabai polibag/pekarangan, di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (12/4), dilansir Humas Pemprov.

Mentan didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi, Bupati Temanggung Bambang Soekarno, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat memanen bawang putih jenis lumbu hijau dan kuning di areal pertanian seluas kurang lebih 150 hektare yang terhampar di lereng Gunung Sumbing.

Amran menyebutkan, saat ini total luas lahan tanaman bawang putih di Temanggung mencapai 800 hektare. Hasil tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding awal penanaman pada 2016 melalui program bantuan dari pemerintah pusat pada lahan seluas 304 hektare, dengan hasil panen kurang lebih 10 ton per hektare. Bahkan saat ini Temanggung mampu memenuhi 30 persen kebutuhan bawang putih nasional.

“Kualitas bawang lokal oke, maka harus dilindungi. Jangan biarkan bawang putih impor masuk pasar dalam negeri, karena itu hanya menguntungkan segelintir orang tapi merugikan banyak petani. Sekarang saatnya kita bangkit dan berbuat untuk melindungi petani,” bebernya.

Menurut Amran, pengembangan serta peningkatan produktivitas bawang putih lokal merupakan episode berikutnya di mana Menteri Pertanian bertarung untuk menutup semua pintu impor bawang putih. Apalagi impor komoditas unggulan petani Temanggung selain tembakau ini, merupakan permainan segelintir orang yang ingin mencari keuntungan pribadi.

Dia mengaku sempat ragu mengenai pengembangan bawang putih lokal di Temanggung yang merupakan kawasan pegunungan. Tetapi melalui bantuan budidaya bawang putih dari pemerintah pusat, dalam waktu sekitar satu tahun luas areal tanaman bawang putih sekarang menjadi 800 hektare. Karenanya anggaran untuk bawang putih tahun 2018-2019 akan ditambah supaya produktivitas bawang putih meningkat.

“Artinya kita bisa, apalagi untuk mencapai 10 ribu sampai 20 ribu hektare. Kita bisa menyelesaikan 30 persen kebutuhan nasional. Dan kalau kita juga mendorong Jatim, NTT, dan Sumbar, maka persoalan bawang putih impor akan selesai,” terangnya.

Senada diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi. Menurutnya, Jateng akan terus berupaya keras agar swasembada pangan, baik beras, jagung, gula, dan tanaman sayur mayur termasuk bawang merah maupun putih tercapai. Sehingga bisa menekan bahkan menghapus ketergantungan kebutuhan pangan terhadap negara lain.

“Sebenarnya kita bisa memenuhi kebutuhan pangan terutama bahan yang berasal dari pertanian. Tetapi yang seharusnya ada atau mudah didapat di sekitar kita, kita malah cari dan beli,” ujarnya.

Sebagai contoh kebutuhan cabai yang harganya kadang selangit, sebenarnya bisa diperoleh dengan mudah dan gratis apabila masyarakat mau menanamnya di pot atau pekatangan rumah. Sehingga tidak lagi seperti membaca buku pelajaran sekolah dasar selalu ada kalimat, ” Ibu membeli sayur di pasar”.

“Kita harus merubah kalimat tersebut menjadi ‘Ibu atau bapak menanam sayur di kebun atau halaman rumah’. Perubahan kalimat ini harus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini agar mereka membiasakan diri memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur atau buah-buahan,” jelasnya.

Sesusai panen raya bawang putih Menteri Pertanian, Wakil Gubernur Jateng, Bupati Temanggung, serta Forkopimda menanam bibit cabai dengan media polibag di Lapangan Desa Petarangan dalam rangka gerakan tanam cabai polibag atau pekarangan rumah. Dalam kesempatan itu, mentan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah kelompok tani di wilayang Temanggung. Antara lain puluhan unit cultivator, bibit cabai merah dan rawit untuk lahan masing-masing 20 hektare. (JWN3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *