KPID Jateng Imbau Pengelola Radio-TV Putar Lagu Indonesia Raya

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah mengimbau seluruh pengelola stasiun radio dan televisi memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu wajib nasional lainnya secara rutin.

“Hal itu berdasarkan atas Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 01/P/KPI/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) terutama pasal 38 ayat (1) dan (2),” kata Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo di Semarang, Jumat.

Ia mengungkapkan bahwa dari pantauan KPID Jateng pada periode Maret sampai April 2017, ternyata masih banyak lembaga penyiaran yang tidak atau belum memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu wajib nasional.

Berdasarkan pantauan tersebut, setidaknya KPID Jateng memantau siaran 16 televisi dan dari jumlah tersebut ternyata ada 50 persen yang belum menyiarkan secara rutin lagu kebangsaan.

Untuk pantauan pada radio, kata dia, masih ada 4,3 persen yang ternyata juga belum menyiarkan lagu kebangsaan dan 30 persen belum siarkan lagu wajib nasional.

“Lagu kebangsaan itu harus secara rutin diputar karena sangat penting dalam pelaksanaan penguatan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada aturan tentang penyiaran sudah jelas bahwa secara eksplisit mewajibkan lembaga penyiaran memutar lagu Indonesia Raya saat memulai siaran dan menutupnya dengan lagu wajib nasional.

“Jika lembaga penyiaran memiliki waktu siaran 24 jam, lagu Indonesia Raya diputar pukul 06.00 dan lagu wajib nasional jam 00.00,” katanya.

Menurut dia, usaha mematuhi aturan penyiaran ini dinilai sangat penting dalam rangka memperkuat nasionalisme karena dengan kewajiban memutar lagu kebangsaan ini, maka seluruh masyarakat akan selalu mengenang dan menghayati hakekat cinta tanah air.

“Melihat hasil pemantauan yang telah kami lakukan, lembaga penyiaran perlu kembali pada tujuan utamanya yaitu sebagai alat memperkukuh integrasi nasional seperti amanat UU Penyiaran pasal 3,” ujarnya.

Anggota KPID Provinsi Jateng Bidang Pengawasan Isi Siaran Tazkiyatul Muthmainnah menambahkan perlunya pemutaran lagu kebangsaan dengan harapan semakin lagu kebangsaan itu diperdengarkan, maka rasa nasionalisme akan mudah terwujud, apalagi televisi dan radio sangat memiliki peran besar dalam mengingatkan dan menguatkan nasionalisme.

“Pada era global seperti ini memang sangat butuh pengingat pada masyarakat tentang lagu kebangsaan lewat televisi dan radio,” katanya.

KPID Jateng, kata dia, telah melayangkan surat imbauan kepada pengelola televisi dan radio agar konsisten serta rutin memutar lagu kebangsaan dan lagu wajib nasional. (JWN3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *