foto : magelangkota.go.id

MAGELANG, Jowonews.com – Grebeg gethuk yang diselenggarakan Pemerintah Kota Magelang di alun-alun setempat, Minggu (16/4), menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk menyaksikannya.

Ribuan orang menyaksikan grebeg gethuk yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi Ke-1.111 Kota Magelang itu. Terlihat di antara mereka sekelompok wisatawan asing dari Tiongkok ikut menyaksikan kegiatan seni budaya tersebut.

Bahkan, sekelompok wisatawan Tiongkok tersebut mengenakan pakaian tradisional “sorjan” seperti yang dikenakan sebagian peserta grebeg.

Mereka bukan hanya menyaksikan, melainkan juga mengabadikan kegiatan tahunan tersebut dengan kamera mereka. Bahkan, di antara mereka mengikuti gerakan para penari saat berlangsung tarian Babat Tanah Perdikan.

Wisatawan Tiongkok Rose menyampaikan kekagumannya terhadap pakaian adat para peserta grebeg dan juga tampilan tarian mereka.

“Kegiatan ini menarik sekali, mudah-mudahan tahun depan bisa berkunjung ke sini lagi,” katanya.

Sekelompok wisatawan asal Tiongkok tersebut tujuan utamanya adalah Candi Borobudur. Kebetulan ada kegiatan grebeg tersebut, mereka menyaksikannya.

Menurut Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, sudah menjadi tradisi dalam gerebek getuk ini ada gunungan kakung dan gunungan putri yang terbuat dari susunan getuk.

Selain itu, juga ada gunungan palawija dari 17 kelurahan di Kota Magelang. Gunungan palawija ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang.

“Penampilan seni budaya dan gunungan palawija dari masing-masing kelurahan ini dilombakan,” katanya.

Target yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut, selain melestarikan budaya, Wali Kota Sigit Widyonindito berharap dari tahun ke tahun bisa meningkat kualitas penyelenggaraannya, keseniannya, dan destinasi wisatanya juga ramai pengunjung.

“Kegiatan ini untuk mengenalkan Magelang yang sudah maju ingin lebih tambah maju lagi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa destinasi wisata di Kota Magelang tidak hanya Taman Kiai Langgeng dan museum, tetapi ke depan juga Mantiasih dan Gunung Tidar sebagai wisata religi yang terus ditata.

Pada grebeg tersebut ditampilkan tarian Babat Tanah Pardikan yang dilakukan oleh 200 penari dari sejumlah sanggar dan sekolah.

Tarian Babat Tanah Pardikan menceritakan berdirinya Magelang pada zaman Hindu 1.111 tahun lalu.

Kegiatan grebeg diakhiri dengan rebutan gunungan getuk dan palawija oleh masyarakat yang hadir di Alun-Alun Kota Magelang.(jwn4/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here