Operasi Pasar Elpiji 3 Kg, Pertamina Salurkan 8.520 Tabung

  • Whatsapp
ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DIY menggelar operasi pasar (OP) elpiji tabung 3 kg menyusul isu kelangkaan elpiji bersubsidi tersebut di sejumlah daerah.

“Operasi pasar kami lakukan di Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan. Dalam hal ini kami bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat,” kata Penjabat Sementara Area Manager Communications and Relations PT Pertamina (Persero) Jawa bagian tengah Muslim Dharmawan, di Semarang, Senin (24/4).

Dia menyebutkan total jumlah elpiji bersubsidi yang disalurkan pada kegiatan operasi pasar tersebut sebanyak 8.520 tabung.

Menurut dia, OP tersebut dilaksanakan untuk mengatasi isu kelangkaan elpiji yang terjadi di Kabupaten Batang pada 21 April 2017.

Muslim mengatakan, dari hasil koordinasi yang dilakukan di lapangan bersama dengan Disperindag Kabupaten Batang ada wilayah yang dilaporkan kekurangan elpiji 3 kg, yaitu Kecamatan Batang, Blado, Tersono, dan Bandar.

Menurut dia, OP pertama kali dilakukan di Kecamatan Blado mulai pukul 08.00-13.00 WIB sebanyak 560 tabung dan langsung habis. Selanjutnya, di lokasi kedua Kecamatan Tersono operasi pasar dilakukan mulai pukul 09.00-13.00 WIB sebanyak 560 tabung dan tersisa 113 tabung.

Pada lokasi ketiga adalah Kecamatan Bandar, operasi pasar dilakukan mulai pukul 09.00-14.00 WIB dan langsung habis.

Lokasi keempat adalah Kecamatan Batang, operasi pasar dilakukan pukul 08.00-12.30 WIB sebanyak 560 tabung dan tersisa 180 tabung.

Dia mengatakan, rencananya minggu depan akan dilakukan operasi pasar kembali di Kecamatan Bandar dan Kecamatan Blado.

Pihaknya juga menerima masukan dari pemda dan DPRD setempat agar melakukan OP di Kecamatan Limpung.

Ia berharap dengan adanya OP tersebut, isu kelangkaan elpiji tabung 3 kg di Kabupaten Batang tidak terjadi kembali.

Pada Sabtu (22/4), Pertamina MOR IV juga melakukan OP pada empat wilayah Kota Pekalongan, salah satunya di Kecamatan Pekalongan Utara.

OP dilaksanakan mulai pukul 09.30-14.00 WIB sebanyak 560 tabung dan langsung habis.

Selanjutnya, OP dilakukan pada dua tempat di Kecamatan Pekalongan Barat mulai pukul 09.00-14.00 WIB sebanyak 560 tabung.

Lokasi operasi pasar selanjutnya di Kecamatan Pekalongan Selatan. OP dilaksanakan pukul 09.00-14.00 WIB, dan tersalurkan 225 tabung.

Selanjutnya, di Kecamatan Pekalongan Timur dilaksanakan mulai pukul 10.00-15.00 WIB, tersalurkan 370 tabung.

Untuk Kabupaten Pekalongan juga dilakukan OP yang sama dengan sasaran lima lokasi, yaitu di Kecamatan Kajen, Sragi, Kesesi, Kedungwuni, dan Bojong.

Pada Kecamatan Kajen tersalur sebanyak 120 tabung elpiji bersubsidi, Kecamatan Sragi sebanyak 57 tabung, dan Kecamatan Kesesi sebanyak 290 tabung.

Sedangkan untuk Kecamatan Kedungwuni, OP dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Desa Kedungwuni tersalur sebanyak 523 tabung dan di Desa Pakisputih tersalur sebanyak 295 tabung.

Selanjutnya, di Kecamatan Bojong OP dilaksanakan mulai pukul 10.00-17.00 WIB tersalurkan 54 tabung.

Pihaknya berharap masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena khawatir kehabisan elpiji bersubsidi itu.

“Pertamina akan selalu siap menyuplai kebutuhan elpiji bersubsidi untuk masyarakat. Kami juga mengimbau agar masyarakat yang mampu secara ekonomi tidak lagi menggunakan elpiji PSO 3 kg yang merupakan hak kalangan tidak mampu dan beralih ke elpiji non-PSO,” kata Muslim Dharmawan pula.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *