Partai Pengusung Ahok Diprediksi Kalah di Pemilu 2019

  • Whatsapp
Ahok - Djarot

JAKARTA, Jowonews.com – Mantan Menteri Keuangan era Orde Baru, Fuad Bawazier memprediksi Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilgub DKI 2017 juga akan mempengaruhi elektabilitas partai pendukungnya.

Menurut Fuad, PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PPP Djan Faridz akan kesulitan dalam melakukan konsolidasi di pemilu 2019 pasca kekalahan Ahok. Ini mengingat partai diyakini tidak mampu membendung perpecahan antara pendukung dan penolak Ahok di internal partai.

Selain partai-partai tersebut, partai lain yang getol mendukung terdakwa kasus penistaan Agama itu adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin mantan presenter Grace Natalie.

Terlebih, pilihan elit untuk tetap mendukung Ahok ternyata berbuah kekalahan dan merugikan partai di mata publik. “Mereka sulit melakukan konsolidasi mengingat dalamnya luka atau tingkat perpecahan antara pendukung dan penolak Ahok dalam Pilkada DKI,” ujarnya, dikutip Rmol.co.

Fuad bahkan memprediksi bahwa partai-partai pendukung ini akan memulai rangkaian kekalahan itu sejak Pilkada Serentak 2018.”Bahkan dalam Pilkada serentak 2018 nampaknya kekalahan parpol-parpol pendukung Ahok akan terus berlanjut,” terangnya.

Selain itu, Fuad menyampaikan bahwa pertarungan ini merupakan rivalitas pembuka antara partai pengusung Jokowi, PDIP dan pengusung Prabowo Subianto, Gerindra.

Kemenangan Anies-Sandi dan kekalahan PDIP di sejumlah Pilkada 2017 mengindikasi bahwa banteng moncong putih akan tersungkur di Pemilu 2019.”Dengan indikasi kekalahan PDIP di banyak pilkada selain di DKI, maka hampir dapat dipastikan PDIP akan dikalahkan oleh Gerindra dalam pemilu 2019,” jelasnya.

Sementara terkait dengan pertarungan pada pilpres 2019 antara Jokowi versus Prabowo, Fuad menjelaskan bahwa Ahok merupakan calon yang didukung oleh Jokowi, sementara Anies didukung Prabowo. Untuk itu, sudah barang tentu kemenenangan Anies merupakan indikasi kemenangan Prabowo di Pilpres 2019 mendatang.

“Sudah jadi rahasia umum bahwa dalam Pilkada DKI, Presiden Jokowi memihak Ahok, sedangkan Prabowo Subianto mendukung Anies. Maka kemenangan Anies berarti kemenangan Prabowo dan logikanya ini akan berlanjut ke kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019,” pungkasnya. (JWN3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *