Gubernur Resmikan Kampung KB di Temanggung

  • Whatsapp
ILUSTRASI

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Kampung Keluarga Berencana di Dusun Seman, Desa Wonosari, Kabupaten Temanggung, Kamis.

Pada peresmian Kampung KB tersebut gubenur melakukan pengecekan ke lokasi pemasangan alat KB jenis implan serta pemeriksaan kondisi kesehatan rahim atau serviks para perempuan dengan IVA test.

“IVA test itu penting untuk mengetahui seorang wanita itu ada potensi kanker mulut rahim tidak. Tes itu manfaatnya besar sekali guna menjaga kesehatan ibu-ibu,” katanya.

Ia mengatakan saat ini Pemerintah Propinsi Jawa Tengah sedang mengintensifkan program “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng”, yaitu memantau ibu hamil di mana saja untuk memastikan bahwa kandungannya itu sehat.

Ia meminta masyarakat sekitar untuk terus mengawasi sekaligus mendata siapa saja wanita yang tengah mengandung guna memastikan kondisi kesehatan pra dan pasca proses persalinan.

“Saya prihatin, masih ada daerah yang memiliki tingkat kematian ibu dan bayi cukup tinggi. Seperti Brebes dan Kota Semarang. Salah satu kendalanya adalah masalah akses dan jarak tempuh yang jauh dari pusat layanan kesehatan sehingga menghambat pertolongan,” katanya.

Terkait masalah program KB, pihaknya meminta masyarakat untuk menghindari “empat terlalu”, yakni terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu rapat jarak kelahiran, dan terlalu sering melahirkan.

Ia mengatakan dengan pengendalian jumlah penduduk melalui program KB diharapkan muncul generasi yang lebih berkualitas, sejahtera, dan sehat.

Sebaliknya, jika program ini gagal, sekitar tahun 2020 sampai 2030, Indonesia akan terancam oleh masalah demografi dengan adanya ledakan jumlah penduduk yang dapat berimbas pada maraknya aksi kriminalitas kalau tidak bisa dikelola dengan baik.

“Maka jangan menikah dini, sekolah dulu yang tinggi biar mapan dan bisa mewujudkan cita-cita,” katanya.

Kades Wonosari Agus Parmuji mengatakan pertimbangan menjadikan Dusun Seman menjadi kampung KB, antara lain tingkat pernikahan usia muda yang cukup tinggi, rata-rata wanita melahirkan di bawah usia 21 tahun (63,7 persen), KB MKPJ masih rendah (38,31 persen).

Ia berharap kampung KB ini dapat dijadikan sebagai pusat informasi konseling agar warga setempat bisa terbebas dari masalah pernikahan dini hingga narkotika. (JWN3/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *