Ini Penyebab Beras Rastra di Temanggung Alami Kerusakan

  • Whatsapp
ilustrasi

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Beras untuk keluarga prasejahtera (rastra) yang ditemukan rusak di Kabupaten Temanggung, Rabu (26/4), bukan karena kualitas jelek, melainkan rusak terkena air hujan dalam distribusi, kata Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre Kedu, Joko Pamungkas.

“Berdasarkan pengecekan petugas kami, ternyata ada beras yang belum disalurkan kadus dan saat datang beras kondisi basah. Akan tetapi, tidak segera dilaporkan atau dikembalikan, padahal sudah 5 hari,” katanya di Temanggung, Kamis.

Seperti diwartakan sedikitnya 17 karung rastra dari sebanyak 224 karung yang distribusikan ke Desa Mandisari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, ditemukan rusak.

Di titik distribusi di Dusun Karangpenting Desa Mandisari dari sebanyak 50 karung terdapat tujuh karung rastra yang rusak dan di Dusun Karangwetan dari 95 karung terdapat 10 karung rastra rusak.

Setiap karung rastra berisi 15 kilogram beras dan satu keluarga penerima manfaat mendapat satu kemasan karung tersebut dengan harga tebus Rp1.600,00 per kilogram. Beras yang rusak tersebut kondisinya menggumpal dan berwarna kekuningan.

Joko menuturkan bahwa beras tersebut saat keluar gudang dalam kondisi baik. Seharusnya kalau petugas di desa lihat kondisi beras basah, harus segera dilaporkan.

“Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk distribusi selanjutnya,” katanya Ia mengatakan bahwa alokasi rastra di Temanggung 2017 sebanyak 737 ton per bulan yang sebelumnya sekitar 800 ton per bulan.

Ia menyebutkan Perum Bulog Subdivre Kedu sudah menyalurkan rastra alokasi pada bulan Januari dan Februari 2017 di Kabupaten Temanggung sekitar 11.600 ton.

“Penyaluran dipercepat karena sudah terlambat 4 bulan,” katanya.

Beras yang disalurkan merupakan beras pengadaan pada tahun 2016, jumlah stok di Subdivre Kedu bisa untuk enam alokasi ke depan.

Sesuai dengan Pedoman Umum Rastra 2017, jika keluarga penerima manfaat mendapatkan beras yang tidak layak, segera melaporkan ke tim rastra tingkat desa untuk segera mendapat ganti dari gudang Bulog. (JWN3/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *