Nelayan Cilacap Harapkan Paceklik Ikan Segera Berakhir

  • Whatsapp
ILUSTRASI

CILACAP, Jowonews.com – Nelayan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengharapkan musim paceklik segera berakhir dan ikan segera bermunculan, kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Sarjono.

“Alhamdulillah sekarang musim angin timuran sudah datang, mudah-mudahan hasil tangkapannya bisa meningkat,” katanya di Cilacap, Rabu.

Dia mengatakan hingga saat ini belum banyak ikan yang bisa ditangkap karena baru awal musim angin timuran sehingga masih banyak nelayan yang tidak melaut.

Berdasarkan pengalaman, kata dia, berbagai jenis ikan akan bermunculan setelah musim angin timuran berjalan sekitar satu hingga dua minggu.

“Saat ini masih sering terjadi gelombang tinggi karena masih awal musim angin timuran, biasanya akan kondusif sekitar setelah satu minggu. Di saat itulah, ikan berbagai jenis biasanya mulai banyak bermunculan,” jelasnya.

Selain belum ada ikan yang dapat ditangkap, kata dia, terjadinya gelombang tinggi juga mengakibatkan nelayan tradisional tidak berani melaut karena khawatir mengalami kecelakaan.

Akan tetapi bagi nelayan yang menggunakan kapal berukuran besar tetap melaut karena tidak terkendala oleh gelombang tinggi.

Menurut dia, hasil tangkapan nelayan yang menggunakan kapal besar beberapa waktu lalu banyak mendapat ikan albakora namun sekarang mulai berkurang seiring dengan perubahan musim.

“Kalau ikan tuna belum ada,” katanya.

Sarjono mengharapkan kondisi cuaca di perairan selatan Cilacap segera kondusif sehingga nelayan tradisional dapat melaut demi memenuhi kebutuhan keluarga menjelang lebaran.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Rukun Nelayan Pandanarang, Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Tarmuji mengatakan nelayan mengalami masa panceklik yang sangat panjang.

“Curah hujan yang tinggi sepanjang tahun 2016 hingga 2017 berdampak pada penurunan hasil tangkapan sehingga nelayan banyak yang tidak melaut,” katanya.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah memasuki musim angin timuran.

“Berdasarkan hasil pengamatan kami, wilayah perairan selatan Jateng-DIY telah memasuki musim angin timuran karena arah tiupan angin sudah konsisten dari timur hingga tenggara sejak satu pekan terakhir,” katanya di Cilacap, Jateng, Selasa (8/5).

Dengan demikian, kata dia, gelombang tinggi diprakirakan bakal sering terjadi di perairan selatan Jateng-DIY akibat tiupan angin yang cenderung searah bukan karena adanya gangguan cuaca seperti munculnya daerah pusat tekanan rendah maupun siklom tropis atau badai.

Menurut dia, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jateng-DIY yang berlaku hingga 10 Mei 2017.

Dalam hal ini, lanjut dia, tinggi gelombang di wilayah pantai selatan Jateng-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY berpeluang mencapai 2,5-4 meter.

“Bahkan, hingga tanggal 14 Mei, tinggi gelombang diprakirakan cenderung meningkat. Oleh karena itu, kami mengimbau nelayan tradisional khususnya yang menggunakan perahu berukuran kecil agar waspada terhadap gelombang tinggi yang berpeluang terjadi sewaktu-waktu,” katanya. (JWN3/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *