Pesta Lampion Semarakkan Waisak di Borobudur

  • Whatsapp
ilustrasi

MAGELANG, Jowonews.com – Puluhan ribu orang memadati area Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Rabu malam (10/5), untuk melepas lampion ke udara sebagai rangkaian prosesi perayaan Hari Waisak 2561 BE/2017.

Sebelum pelepasan 1.000 lampion tersebut, dilakukan ritual mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali yang dinamakan juga Pradaksina.

Makna dari upacara pelepasan lampion yang menyala di malam hari tersebut adalah, agar harapan, doa dan cita-cita yang mereka harapkan dapat terkabul. Namun, bagi selain umat Buddha pelepasan lampion ini menjadi atraksi budaya yang menarik.  

Ketua Perwakilan Umat Buddha Siti Hartati Murdaya mengaku senang prosesi Waisak berjalan lancar. Kepada umat Buddha dia menghimbau agar tetap mempertahankan kesadaran maitri karuna.

Maitri Karuna merupakan salah satu ajaran agama Buddha yang bertujuan memikirkan kebahagiaan orang lain.

Hartati meminta umat lebih menjaga ucapan, perasaan dan hati agar terlepas dari penderitaan. Ia juga mengatakan, semua harta dan tahta bersifat sementara, tidak abadi. Dia mengajak manusia agar keluar dari kepentingan diri sendiri agar lepas dari kegelapan.

“Bagaimana solusinya apakah akan terus menjadi manusia yang selalu dalam kegelapan di dalam hatinya. Bagi generasi muda hanya memikirkan pencapaian cita-cita, bilamana tidak berhasil maka hancur lebur. Setelah Waisak ini mudah-mudahan akan meningkatkan kesadaran umat,” katanya. (JWN3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *