ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan UMKM, ditambah karena berkontribusi dalam pengembangan perekonomian daerah.

“UMKM berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, di mana pada 2015 lalu, data dari Bank Indonesia mencatat penyerapan tenaga kerja UMKM mencapai 97 persen dari jumlah tenaga kerja nasional,” katanya di Semarang, Kamis (11/5).

Ganjar menyebutkan berdasarkan dari data per 31 Desember 2016, jumlah UMKM yang dibina Dinas Koperasi dan UMKM Jateng mencapai 115.751 unit dengan aset mencapai Rp22,3 triliun dan omzet sebesar Rp43,5 triliun.

Ganjar menilai jumlah UMKM yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan UMKM Jateng itu masih sedikit. “Bagi saya kurang banyak karena realitanya sebenarnya jauh di atas itu yang memang perlu kita bina,” ujarnya.

Ganjar menjelaskan selain kemudahan akses modal dari perbankan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, faktor penting yang dapat membuat UMKM naik kelas adalah pendamping UMKM yang diterjunkan oleh pemerintah.

Menurut Ganjar, para pendamping inilah yang nantinya terus melakukan pendampingan dan memberikan konsultasi kepada pelaku UMKM untuk memajukan usahanya.

“Pendampingan ini jangan diremehkan, seolah-olah setelah mereka mendapatkan ‘skill’ yang diberikan, sudah ada akses modalnya terus beres. Belum tentu karena pendampingan ini menurut saya yang akan meningkatkan kelas mereka,” katanya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here