Pelaku Pembunuhan Dosen Kedokteran Undip Masih Berkeliaran

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Pelaku utama pembunuhan Nanik Trimulyani Arifin (72), dokter Rumah Sakit Telogorejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang ditemukan tewas karena dirampok, masih bebas.

Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji di Semarang, Jumat, mengimbau Suparman (24), pelaku utama dalam perkara tersebut untuk segera menyerahkan diri.”Kami tidak segan mengambil tindakan tegas,” katanya.

Dalam pengembangan kasus pembunuhan itu, polisi menangkap dua pelaku yang terlibat, masing-masing Supardi (22) yang tidak lain pegawai dr Nanik serta Ardian Rudy Putra (24), orang yang diminta pelaku untuk menjualkan mobil milik korban.

Dari pemeriksaan, Supardi diketahui terlibat langsung dalam perampokan yang berujung pembunuhan itu. Menurut Kapolrestabes, tersangka Supardi mengetahui kalau Suparman berniat mencuri di tempat korban.

Sementara tersangka Ardian Rudy Putra diketahui masih memiliki hubungan saudara dengan Suparman. Ardian diminta untuk menjual Honda Freed milik korban seharga Rp30 juta. Namun, mobil yang sejak awal diketahui sebagai barang curian itu tidak kunjung laku.

Nanik Trimulyani Arifin (72), dokter Rumah Sakit Telogorejo, Kota Semarang, ditemukan tewas diduga korban perampokan. Jenazah Nanik ditemukan di sebuah parit di Desa Tanjunanom, Kabupaten Banjarnegara.

Abi menjelaskan bahwa kejadian terjadi pada Minggu (23/4/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu, Nanik yang baru tiba di rumah indekosnya di Jalan Plampotan Nomor 58 Semarang, memergoki salah seorang pelaku bernama Suparman (22), yang juga penghuni indekos yang sama.

Saat dipergoki, pelaku sedang mengacak-acak kamar korban, mencari barang berharga. Mengetahui kejadian itu, korban menghardik dan berusaha melawan Suparman.Namun tenaga Suparman lebih kuat, lalu mencekik korban hingga tewas.

Suparman kemudian meninggalkan jasad Nanik di kamar tersebut. Di luar kamar dia bertemu penjaga indekos Supardi (22). Dari Suparman, Supardi tahu bahwa Nanik sudah tak bernyawa. Keduanya panik.

Mereka akhirnya menemukan kunci dan STNK mobil Honda Freed milik korban yang terparkir di RS Telogorejo Semarang. “Mobil ditemukan, lalu mobil dibawa kembali ke rumah. Mayat Nanik dimasukkan ke bagasi belakang, bagian tengah dimasukkan televisi dan brang-barang curian lainnya,” tambahnya.

Jenazah lalu dibawa menggunakan mobil itu ke Wonosobo. Sampai di Banjarnegara, jasad Nanik dibuang di parit di pinggir jalan. Jenazah korban yang juga berprofesi sebagai dokter itu baru ditemukan pada Sabtu (29/4/2017) dini hari, dan tiba di RS Kariyadi Semarang sore harinya Maghrib.

Polisi hingga saat ini baru berhasil menangkap Supardi di tempat tinggalnya, di Desa Krangen Wetan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.

Jejak Supardi ditemukan setelah tim gabungan polisi berhasil melacak keberadaan mobil korban. Sementara Suparman, satu pelaku yang diduga menjadi otak aksi perampokan hingga saat ini masih dalam pengejaran. (JWN3/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *