REMBANG, Jowonews.com – Kawasan wisata hutan mangrove di Pasar Banggi terus berkembang, tidak hanya hari libur pengunjung juga ramai datang di sore hari menikmati rindang pohon mangrove serta suasana sunset. Namun keunggulan wisata ini tidak memiliki akses jalan yang mendukung.

Akses jalan hanya berupa tanah yang belum diperkeras. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso mengatakan jika akses jalan menuju lokasi wisata dioptimalkan, jauh akan meningkatkan jumlah pengunjung.

“Warga sudah lama meminta kepada Gubernur dan sudah dijanjikan, namun realisasinya baru-baru saja dan belum sampai perkerasan, lebih banyak warga desa membangun sendiri,” terang Hadi saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi wisata yang terletak di dukuh Kali Untu Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang itu, Rabu (10/5/2017).

Selain akses jalan, Hadi melanjutkan, arena wisata ini membutuhkan track jembatan yang dilalui wisatawan yang masih kurang panjang serta varian jenis mangrove yang masih sedikit.

“Wisata ini terkenal dengan jembatan merah karena track yang dilalui wisatawan diwarnai merah, ini menarik hanya kurang panjang, masih banyak titik yang bisa di eksplor. Kedepannya juga perlu dibangun mangrove center berupa balai pertemuan di tengah hutan mangrove ini. Selain itu jenis tumbuhan mangrove nya masih sedikit, baru 6 jenis,” kata politikus PKS itu.

Sementara itu Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno mengatakan desanya memiliki beberapa potensi diantaranya pantai dan pulau di seberang desa, namun wisata mangrove yang sudah dikelola. Selain itu desa ini juga memiliki pembibitan mangrove yang dikelola.

“Potensi kami luar biasa tapi belum dikelola dengan baik semuanya. Kami juga memiliki pembibitan, sering ada event penanaman mangrove disini tapi bibitnya dari luar, ini menurut saya kurang pantas, kalo bisa ini jangan sampai terjadi lagi, wong disini juga ada bibit kok,” tutur Rasno.

Untuk diketahui, luas kawasan hutan mangrove ini 22 hektar dengan panjang 2900 meter. Kawasan mangrove ini berkembang dengan baik sejak direboisasi tahun 1960. Spesies mangrove yang dibudidayakan yakni Rhizophora Spp, Rhizophora apiculata, Avicenia marina, Avicenia alba, Soneratia alba, Xilocartus Spp. (JWN6/JWN3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here