ILUSTRASI

JAKARTA, Jowonews.com — Anggota Majelis Tinggi PPP Zarkasih Nur mengatakan dirinya dan para politikus senior PPP tidak ingin partainya terpecah menjadi tiga kubu, karena akan berdampak negatif pada partai serta tidak ingin ada Muktamar Luar Biasa.

“Kami hindari terbentuknya kekuatan ketiga, karena kalau itu terjadi maka PPP bukan bertambah kuat namun bisa semakin hancur,” kata Zarkasih Nur di Jakarta, Minggu (14/5).

Hal itu dikatakannya terkait salah satu hasil Rapat Majelis Tinggi PPP yang dilaksanakan pada Sabtu (13/5), adalah membahas terkait terbentuknya Majelis Penyelamat PPP (MP-PPP).

Zarkasih menjelaskan dalam Rapat Majelis Tinggi PPP itu dibahas mengenai terbentuknya Majelis Penyelamat PPP oleh beberapa pihak termasuk dirinya atas dasar keprihatinan dan teguran dari para ulama terkait kondisi partai.

Namun dia enggan menamakannya Majelis Penyelamat karena hanya berbentuk forum kader yang ingin terwujud keutuhan dan kembalinya citra partai.

“Kami memang berembuk dan berkumpul, namun istilahnya bukan penyelamat partai namun lebih pada bagaimana mengembalikan keutuhan dan citra partai,” ujarnya.

Dia juga menampik forum itu dibentuk sebagai kekuatan ketiga di PPP seperti yang banyak diisukan oleh berbagai pihak namun dibentuk untuk menyatukan dua kekuatan yaitu kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz untuk keutuhan partai.

Selain itu Zarkasih juga membantah bahwa forum itu akan berujung pada Muktamar Luar Biasa karena semua pihak di PPP harus mengikuti aturan yang diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Kami tidak menginginkan Muktamar Luar Biasa karena harus ikuti AD/ART dan memegang teguh prinsip keutuhan partai,” katanya. Menurut dia, forum itu hanya sebagai gerakan moral untuk menjaga keutuhan partai dan meningkatkan citra PPP sehingga akan terus berlanjut untuk mewujudkannya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here