Kerusakan Terumbu di Karimunjawa Belum Diatasi

  • Whatsapp
sumber : karimunjawa.co.id

SEMARANG, Jowonews.com — Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah menilai pemerintah tidak serius dalam menangani kerusakan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, akibat bersandarnya kapal tongkang pengangkut batubara.

“Sudah beberapa bulan berlalu, seolah-olah didiamkan dan (penanganan kerusakan terumbu karang di Karimunjawa) berbeda dengan sikap pemerintah pada kerusakan terumbu karang yang terjadi di Raja Ampat,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudi Sancoyo di Semarang, Senin.

Ia mengungkapkan telah terjadi tujuh kali kerusakan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa karena kapal tongkang batubara dan yang paling akhir terjadi pada Januari 2017 dengan kerusakan mencapai 1.660 meter persegi, tapi hingga saat ini penanganannya tidak ada perkembangan yang berarti.

Terkait dengan hal tersebut, politikus Partai Golkar itu menilai kepedulian pemerintah terhadap kerusakan terumbu karang masih rendah.

Ia menyebutkan bahwa Komisi B DPRD Jateng berencana melakukan penggalangan dana dan dukungan masyarakat melalui “Koin Untuk Terumbu Karang Karimunjawa”.

“Kami akan galang dukungan jika pemerintah tidak segera melakukan penanganan terhadap kerusakan terumbu karang dan menindak pelakunya,” ujarnya.

Selain itu, kalangan DPRD Jateng juga berencana membentuk Pansus Terumbu Karang Karimunjawa guna mencari solusi riil menghindari kerusakan kedepannya.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Riyono juga berpendapat kalau pemerintah dan aparat penegak hukum tidak serius menangani kasus perusakan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa.

“Pemerintah tidak serius melindungi terumbu karang karena sampai saat ini masih ada kapal tongkang yang bersandar di Karimunjawa, padahal sesuai aturannya, Karimunjawa merupakan zona tradisional dan tongkang tidak boleh berada di sana,” katanya.

Paling tidak, kata dia, untuk sementara kapal tongkang dilarang bersandar di sekitar Kepulauan Karimunjawa sampai penanganan kerusakan terumbu karang tersebut selesai.

“Jika persoalan ini berlarut-larut tanpa ada penyelesaian, kami akan memperbaiki dengan menggalang uang koin Rp100 atau Rp1.000 . Penanganan memang mahal tapi akan kami galang dukungan masyarakat,” ujarnya. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *