JAKARTA, Jowonews.com – DPR RI akan kembali memasuki masa sidang pada Rabu (17/5) besok, setelah reses sekitar 3 minggu. Salah satu agenda yang ditunggu adalah soal nasib hak angket KPK yang menuai polemik.

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, mengatakan saat ini mayoritas fraksi mencabut dukungan untuk hak angket terhadap KPK, sehingga usulan yang disahkan pada paripurna sebelumnya itu bisa batal.”Legitimasinya akan mengalami degradasi karena mayoritas dari 10 fraksi dari 7 fraksi menolak,” ucap Taufik Kurniawan di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (16/5/2017).

Taufik mengatakan nasib hak angket ini tergantung pada sikap resmi masing-masing fraksi di rapat Badan Musyawarah (Bamus) pembentukan panitia khusus hak angket.

Adapun,permasalahan bukan terletak pada sah atau tidaknya, melainkan pada legalitas dari hak angket itu.”Kita serahkan pada masing-masing fraksi, kalau dari fraksi itu tetap konsisten ya kembali lagi permasalahnya bukan pada sah atau tidaknya, tapi faktor legitimasi kaitan dengan situasi dukungan politik di dalamnya,” ujar legislatir PAN ini.

“Sikap resmi dari fraksi mengirimkan anggotanya atau tidak (untuk Pansus), sangat tergantung pada surat resmi dari pimpinan fraksi ke pimpinan DPR unuk tindak lanjut ke paripurna,” imbuhnya.

Soal 3 fraksi yang masih memberikan dukungan, Taufik tak merinci. Namun 3 fraksi yang paling ngotot dengan hak angket adalah Fraksi Hanura, PDIP dan NasDem. Sementara fraksi yang menolak adalah PKS, Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PPP, PKB dan Golkar.

Sebagaimana diketahui, hak angket ini mencuat untuk menyelidiki manuver anggota Hanura Miryam S Haryani yang mencabut BAP dalam persidangan kasus e-KTP. Miryam menyebut ditekan oleh penyidik KPK Novel Baswedan, namun Novel mengatakan justru Miryam yang mengaku ditekan rekannya di Komisi III untuk mencabut BAP. Selanjutnya, 26 anggota DPR menandatangani hak angket untuk KPK tersebut dan disahkan dalam sidang paripurna Jumat (28/4) lalu, yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (JWN3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here