TES KETERAMPILAN SBMPTN. Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi didampingi Dekan FIK Tandiyo Rahayu saat mengecek pelaksanaan tes keterampilan calon mahasiswa SBMPTN di Lapangan Tenis Indoor FIK UNNES, Rabu (17/5/20170. (Foto: JWN7)

SEMARANG, Jowonews.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah Rukma Setyabudi mengapresiasi sistem penerimaan mahasiswa baru di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Menurut Rukma, UNNES sangat memperhatikan aspek akuntabilitas dan transparansi dalam melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa, baik tertulis ataupun praktik.

“Contohnya ketika melaksanakan tes praktik, hasilnya langsung terpampang di layar. Sehingga ga bisa main patgulipat, artinya pelaksanaannya sesuai dengan transparansi dan ketentuannya. Ini bagus sekali untuk ke depan UNNES bisa mendapatkan mahasiswa terbaik,” ujar Rukma di sela kunjungannya kunjungannya ke Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNNES untuk memantau proses seleksi mahasiswa baru, Rabu (17/5/2017).

Selain itu, politikus PDI Perjuangan itu juga mengapresiasi atas kontribusi UNNES dalam mencetak atlet-atlet untuk kontingen Jateng dalam kejuaraan nasional ataupun internasional.

Ke depan, Pemerintah akan lebih sering berkoordinasi dan komunikasi terkait anggaran. “Kami akan mendorong pemerintah untuk komitmen membantu anggaran, tentunya sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Sementara, Rektor UNNES Fathur Rokhman menjelaskan bahwa seleksi mahasiswa baru ini merupakan bagian dari seleksi keterampilan yang diselenggarakan untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017.

Adapun, selain tes tertulis, materi seleksi yang diujikan adalah keterampilan olahraga dan seni. Dia mengatakan bahwa tes tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses pendidikan yang bermutu, termasuk olahraga dan seni.

Menurut Fathur, seleksi dilaksanakan berbasis atas prestasi dan kejujuran, seperti setiap calon mahasiswa baru langsung ditampilkan hasil skor tesnya. 

“Kita melakukan transparansi untuk menjunjung sportivitas, agar bisa membedakan betul calon mahasiswa berprestasi dan tidak berprestasi. Karena memang jumlah yang mendaftar dan diterima jauh jadi kita laksanakan dengan ketat,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan FIK UNNES Tandiyo Rahayu menyampaikan UNNES memberikan banyak kontrinusi atlet untuk kontingen Jateng.

Seperti saat gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016, dia mengatakan bahwa UNNES turut menyumbang atlet hampir 30% untuk semua kontingen.

Selain atlet, guru besar FIK UNNES ini mengatakan bahwa pelatih dan official UNNES juga banyak memberi kontribusi di dunia olahraga, baik di tingkat Jateng maupun nasional.

“Kami juga ada atlet nasional, tahun 2015, Yusuf Widiyanto mahasiswa PJKR UNNES juara dunia wushu kelas 56 Kilogram. Kami juga beberapa kali menjadi juara dunia di cabang olahraga woodball,” katanya.

Dalam tes keterampilan tersebut, sebanyak 1.524 pendaftar di FIK UNNES melaksanakan tes keterampilan yang terdiri dari peserta pemeriksaan kesehatan, seperti pengukuran antropometri (tinggi badan berdiri, tinggi badan duduk, berat badan, indeks massa tubuh/BMI), pemeriksaan postur dan anggota gerak (tangan dan kaki), pemeriksaan jantung, pemeriksaan fungsi pernapasan, dan pemeriksaan indera.

Selain itu para peserta juga melaksanakan tes keterampilan motorik dengan cara vertical jump satu menit, sit-up satu menit, dan push-up satu menit. Kemudian peserta juga akan mengikuti tes kelincahan (illinois agility run test) berupa koordinasi mata tangan 30 detik, dan lari dengan jarak 1.600 meter.

Untuk uji keterampilan SBMPTN UNNES, total diikuti 2.547 peserta, yang terdiri dari bidang Olahraga sebanyak 1.524, bidang Seni Rupa 659,bidang Seni Tari 155 dan bidang seni Musik sebanyak 209. 

Uji Keterampilan dilakukan di dua tempat yakni di FIK untuk jurusan Keolahragaan dan di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) untuk jurusan seni. Adapun waktu tes digelar pada Rabu (17/5/2017) dan Kamis (18/5/2017). (JWN7/JWN3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here