Tjahjo Minta Eks Menteri Pendukung HTI untuk Klarifikasi

  • Whatsapp
Mendagri, Tjahjo Kumolo

BOGOR, Jowonews.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta mantan menteri yang diduga pernah mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk melakukan klarifikasi.

“Yang saya sebut biar nanti melakukan klarifikasi sendiri bukan ke saya,” kata Tjahjo Kumolo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa.

Tjahjo meminta agar mantan menteri tersebut melakukan klarifikasi langsung kepada Menkopolhukam, kepolisian, dan kejaksaan. Sebab menurut dia, video yang beredar dan memuat wawancara yang melibatkan mantan menteri tersebut akurat sekali. “Soal tahun kapan-tahun kapan kan terus berputar terus,” ucapnya.

Oleh karena itulah, Tjahjo meminta agar yang bersangkutan secara sukarela melakukan klarifikasi sendiri. Ia pun mengaku enggan memberikan imbauan kepada yang bersangkutan terkait persoalan itu.”Biar dia berklarifikasi sendiri. Kita sudah sama-sama dewasalah,” ujar Tjahjo.

Sementara, Eks Menpora Adhyaksa Dault yang sempat heboh karena kehadirannya di acara HTI pun langsung mengklarifikasi. Adhyaksa Dault telah memberikan penjelasan soal videonya di acara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang diambil pada tahun 2013 silam. Adhyaksa menegaskan dirinya bukan simpatisan apalagi anggota HTI.

Adhyaksa merasa difitnah dengan penyebaran video itu. Mantan Menpora ini menjelaskan dia sudah mengikuti pengkaderan sejak bawah, mulai dari P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), Tarpadnas (Penataran Kewaspadaan Nasional), dan Suspadnas (Kursus Kewaspadaan Nasional). Adhyaksa pernah mengikuti Bela Negara, menjabat Ketum KNPI, Menpora, hingga kini menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Yang menjadi heboh, dalam video tersebut, Adhyaksa sempat bicara tentang khilafah islamiyah. Dia menjelaskan yang dia maksud bukan khilafah versi HTI.

“Mengenai khilafah islamiyah itu memang ada hadistnya, tapi khilafah yang saya maksud adalah khilafah islamiyyah yang rosyidah, bukan khilafah yang berarti meniadakan negara, bukan khilafah versi Hizbut Tahrir, apalagi ISIS dan sebagainya. Terkait video itu, harus dilihat juga tempat dan waktu saya berbicara, itu video empat tahun lalu. Sekarang tahun 2017, artinya video tersebut tidak relevan,” jelas Adhyaksa.

Dan kini ketika Mendagri Tjahjo Kumolo menyinggung soal adanya mantan menteri yang teriak-teriak anti Pancasila, Adhyaksa pun melakukan klarifikasi. (JWN3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *