FPDIP DPRD Solo Tolak Sekolah Lima Hari

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SOLO, Jowonews.com — Puluhan anggota DPRD Kota Surakarta dari Fraksi PDIP melakukan aksi damai di depan dedung DPRD setempat, Selasa (13/6), menolak kebijakan lima hari sekolah dengan alasan dapat mengganggu perkembangan anak.

Ada 24 anggota fraksi PDIP Kota Surakarta melakukan orasi, juga membentangkan poster antara lain bertulisan “Tolak Lima Hari Sekolah”, “Sekolah Untuk Semua Anak”, “Setiap Warga Negara Berhak Sekolah”, “Warga Miskin Butuh Sekolah”, dan “Aku Kudu Piye”.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surakarta Y.F. Sukasno mengatakan pihaknya menolak kebijakan lima hari sekolah dengan pertimbangan secara umum selain kebutuhan kognisi atau kecerdasan, anak juga butuh mengembangkan aspek psikomotorik dan afektif melalui sosialisasi dengan keluarga dan masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut Sukasno, pembagian waktu di sekolah damn di rumah sebaiknya proposional, sehingga anak amsih memiliki kesempatan untuk mengembangkan pola relasi dengan lingkungan tumbuh kembang secara optimal. Dan, terhindar dari tekanan psikologis yang kontra produktif bagi tumbuh kembang anak dikemudian hari.

Sukasno mengatakan kondii geografissing-ng wilayah di seluruh pelosok Indonesia memiliki kendala akses ke sekolah yang berberda-beda. Ada yang aksesnya mudah, sehingga jika sekolah hingga pukul 15.00 WIB dipastikan anak akan sampai dirumah paling lambat pukul 15,30 WIB.

Namun, bagi anak yang tinggal di daerah yang terkendala akses ke sekolah cukup tinggi sehingga waktu tempuh perjalanan pulang pergi ke sekolah butuh waktu lama terutama mereka yang di pelosok luar jawa.

Selain itu, kata dia, daya dukung fisik dan non fisik masing-masing sekolah belum disiapkan untuk menjalankan sekolah seharu penuh atau “fullday”. Misalnya, tempat untuk makan bersama seperti ruang aula, locker penyimpanan barang pribadi belum tersedia. (jwn5/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *