ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah akan menerjunkan sebanyak 6.087 petugas sensus ekonomi (SE) lanjutan yang dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017.

“Untuk petugas sensus ini nantinya akan kami latih setelah Lebaran karena kan pertanyaan yang akan diajukan pada sensus ekonomi lanjutan berbeda dengan sensus ekonomi 2016 sehingga perlu adanya pelatihan,” kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Margo Yuwono di Semarang, Kamis (15/6).

Ia mengatakan nantinya untuk usaha skala menengah besar kurang lebih ada 38.000 usaha yang akan disensus, sedangkan untuk usaha skala mikro kecil ada sebanyak 245.000 usaha.

Margo mengatakan mengenai tujuan dilaksanakannya sensus ekonomi lanjutan ini adalah untuk memperoleh informasi lebih detail mengenai kondisi usaha di Jawa Tengah khususnya skala kecil hingga besar.

“Bagaimana kinerja usaha di Jawa tengah, jangan-jangan ekspor tinggi tetapi impor bahan baku juga tinggi,” katanya.

Menurut dia, beberapa data yang dibutuhkan pada sensus ekonomi lanjutan tersebut, mulai dari omzet hingga data struktur pengeluaran dan penerimaan usaha.

Selanjutnya, jika data tersebut sudah diperoleh akan memudahkan pemerintah dalam membentuk sebuah kebijakan yang bertujuan mengembangkan dunia usaha di Jawa Tengah.

“Nantinya juga akan diketahui, dari sektor-sektor yang ada mana yang paling efisien dalam menghasilkan produk,” katanya.

Selain itu, dikatakannya, dengan adanya data tersebut, pemerintah menjadi tahu apa saja yang menjadi kendala dan keluhan pelaku usaha di Jawa Tengah, mulai dari produksi, SDM, hingga teknologi yang digunakan.

“Pada dasarnya sensus ekonomi lanjutan ini nantinya akan lebih menggambarkan profil usaha baik menengah besar maupun mikro kecil yang ada di Jawa Tengah,” katanya.(jwn4/ant)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here