Lestarikan Buah Lokal, Warga Puntan adakan Lomba makan pisang

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Dalam menyemarakkan HUT RI ke 72 warga Puntan  RT 02 dan RT 06 RW 1 Kelurahan Ngijo Gunungpati menggelar lomba makan pisang. Lomba yang diadakan pada hari Minggu sore (30/07) ini diikuti paling tidak 50 warga yang notabene ibu-ibu setempat. Menurut Ketua Panitia lomba Tri Hidayati Ningrum, lomba ini digelar karena keinginan remaja sekitar untuk melestarikan buah lokal seperti pisang.

“Sekarang kan sudah banyak orang suka dan bangga  makan buah impor. Padahal disekitar kita banyak buah lokal yang tersedia” jelas remaja yang biasa disapa Arum ini.

Bacaan Lainnya

Arum pun merasa prihatin, ia bersama teman temannya akhirnya menggelar lomba ini. Apalagi momentumnya tepat yakni perayaan 17 Agustus.

“momentumnya pas aja, Pas peringatan Kemerdekaan kita ingatkan warga cintai buah lokal” kata mahasiswa PGSD Unnes Semester 3 ini.

Lebih lanjut, Arum menjelaskan dipilihnya pisang sebagai menu lomba karena buah tersebut murah dan mudah ditemukan di sekitar lokasi. Bahkan ada beberapa warga Puntan yang menjadikan pisang sebagai komoditi dagangnya.

“Pisang disini mudah ditemukan, banyak warga yang menanam di kebun dan dijadikan usaha. Selain itu nilai gizinya kan tidak diragukan lagi. Makanya kita pilih buah pisang” ungkap Arum.

Untuk mengikuti lomba ini, setiap warga diminta untuk memilih pasangannya masing-masing. Salah satu pasangan akan ditutup dengan kain warna merah putih, sedangkan pasangan lain tangannya diikat dengan tali. Setelah itu, warga yang ditutup matanya dengan kain akan menyuapi pasangannya dengan buah pisang.

Keseruan terjadi, saat pisang yang sudah ada ditangan ternyata salah alamat. Tak masuk kemulut, tapi mencoreng muka pasangan lain. Warga pun tertawa riang gembira.

Salah satu warga, ibu Ees mengaku senang mengikuti lomba ini. “sangat senang, apalagi dilomba ini ada pesan untuk cintai buah lokal” terang ibu Ees.

Dalam kesempatan ini, Arum selaku ketua panitia berharap warga masyarakat lebih suka buah lokal.

“Saya si pengennya warga Semarang umumnya dan warga Puntan umumnya lebih suka buah lokal daripada buah impor.” pungkas Arum.

(JN10)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *