SIAP JADI Polisi. Ratusan calon siswa Bintara saat hendak diberangkatkan ke SPN Purwokerto. (Foto: Dwi/Jowonews.com)

PURWOKERTO, Jowonews.com – Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto Kepolisian Daerah Jawa Tengah mendidik 750 calon bintara Kepolisian Republik Indonesia melalui Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Tahun Anggaran 2017.

Pendidikan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Polda Jateng Brigadir Jenderal Polisi Indrajit di halaman SPN Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (9/8/2017).

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakapolda Jateng, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian mengatakan perkembangan tantangan tugas Polri ke depan akan makin berat karena era globalisasi yang terjadi dengan cepat.

Menurut dia, hal itu telah memunculkan berbagai dinamika kejahatan berdimensi baru yang diiringi dengan potensi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada berbagai bidang kehidupan masyarakat.

“Realitas tantangan tugas ke depan harus mampu diatasi oleh institusi Polri agar stabilitas keamanan dalam negeri tetap terjaga. Untuk itu, Polri harus didukung oleh sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menguasai bidang tugasnya,” kata Kapolri.

Ia mengatakan salah satu upaya Polri guna mewujudkan SDM Polri yang berkualitas adalah melalui penyelenggaraan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri yang dilaksanakan selama kurang lebih tujuh bulan.

Menurut dia, pendidikan tersebut dilaksanakan di Sekolah Polisi Wanita Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri, Pusat Pendidikan (Pusdik) Pembinaan Masyarakat, Pusdik Samapta Bhayangkara, serta di 29 SPN jajaran Polda.

“Khusus pada tahun 2017 ini, Polri menerima 10.150 peserta didik terdiri atas 9.650 orang pria dan 500 orang wanita. Dari jumlah tersebut, Polri akan mempersiapkan penguatan personel sebanyak 200 orang dengan latar belakang teknologi informatika yang akan dididik secara khusus di SPN Cisarua Polda Jawa Barat,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolri mengharapkan program pendidikan yang diselenggarakan dapat menjadi media yang optimal dalam mentransfer pengetahuan dasar kepolisian, wawasan keilmuan, maupun pembinaan keterampilan khas Polri kepada seluruh peserta didik agar keluaran yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

Usai upacara pembukaan pendidikan yang ditandai dengan penyematan tanda peserta didik oleh Wakapolda Jateng Brigjen Polisi Indrajit dilanjutkan dengan tradisi pemotongan rambut salah seorang perwakilan peserta didik.

Dalam hal ini, Wakapolda berkesempatan memotong rambut salah seorang peserta didik yang dilanjutkan dengan menyiram kepala menggunakan air kembang.

Saat ditemui wartawan usai upacara, Wakapolda memastikan proses perekrutan calon bintara Polri di wilayah Polda Jateng berlangsung secara transparan.

“Alhamdulillah di Jawa Tengah tidak ada suara yang sumbang. Kami mendapatkan penghargaan dari LSM bahwa perekrutan di Jawa Tengah ini sangat transparan, ‘clear and clean’,” katanya.

Dalam hal ini, kata dia, Polda Jateng mendapat piagam penghargaan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengawasi proses perekrutan calon anggota Polri. (JWN3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here