ilustrasi

PURWOKERTO, Jowonews.com – Harga daging ayam potong di pasar tradisional kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, naik hingga Rp 35.000 per kilogram, akibat minimnya pasokan dan tingginya permintaan konsumen.

“Kenaikan harga ini terjadi secara bertahap. Tiga hari lalu, harganya masih sebesar Rp 34.000/kg,” kata salah seorang pedagang daging ayam, Siti, di Pasar Manis, Purwokerto, Jumat (11/8).

Padahal, katanya, dalam kondisi normal, harga daging ayam potong berkisar Rp 28.000-Rp 30.000/kg.

Kendati demikian, dia mengatakan sejak Lebaran hingga sekarang, harga daging ayam potong belum normal.

“Memang sempat turun tapi hanya mencapai kisaran Rp 31.000-Rp 32.000/kg dan sekarang naik lagi,” katanya.

Menurut dia, kenaikan harga daging ayam potong itu disebabkan pasokan dari peternak berkurang dan harganya naik.

Di samping itu, kata dia, permintaan dari konsumen meningkat karena banyak warga yang menggelar hajatan dan selamatan.

“Seperti biasanya, setiap kali menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak warga yang menggelar selamatan terutama yang akan menunaikan ibadah haji. Selain itu, pada bulan Besar (Zulhijah, red.) seperti sekarang ini, banyak warga yang menggelar hajatan, baik pernikahan maupun khitanan,” katanya.

Meskipun terjadi kenaikan harga daging ayam potong, harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat lainnya mengalami penurunan.

Berdasarkan pantauan, harga telur ayam ras yang sempat mencapai Rp 24.000/kg turun menjadi Rp 22.000/kg.

Selain itu, cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp 38.000/kg pada awal Agustus, turun menjadi Rp 35.000/kg.

Demikian pula dengan cabai rawit hijau turun dari Rp 35.000/kg menjadi Rp 32.000-Rp33.000/kg.

Bahkan, harga bawang putih jenis kating yang sempat mencapai Rp 90.000/kg, berangsur turun dan saat sekarang sebesar Rp 41.000/kg atau mendekati harga sebelum mengalami kenaikan yang berkisar Rp 30.000-Rp 35.000/kg.(jwn4/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here