DEMAK, Jowonews.com – Pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah, didorong untuk memunculkan ide kreatif dalam membantu masyarakat kurang mampu menyediakan fasilitas jamban sehat, kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Di Jateng memang masih banyak warga yang belum memiliki jamban karena yang memiliki akses jamban hingga 100 persen baru Kabupaten Grobogan,” ujarnya ditemui usai pencanangan bulan eliminasi penyakit kaki gajah di Lapangan Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Sabtu.

Menurut dia, kabupaten tersebut bisa dijadikan contoh oleh daerah lain sehingga semua warganya bisa memiliki akses jamban hingga 100 persen.

Untuk itu, kata dia, semua pihak perlu terlibat untuk mengampanyekan pentingnya memiliki jamban yang sehat.

BPR BKK Kabupaten Grobogan, katanya, memiliki kreativitas dengan membuat produk kredit khusus jamban.

Sementara di Kabupaten Demak, kata dia, sesuai yang dijelaskan oleh bupatinya ada gerakan sedekah jamban.

“Jika semua daerah memiliki kreativitas serupa, tentunya akan menjadi gerakan luar biasa,” ujarnya.

Sebetulnya, kata dia, masing-masing pemerintah daerah memiliki anggaran untuk membantu warga kurang mampu membangun jamban.

Hanya saja, kata Ganjar, kemampuan anggarannya tentu terbatas, sehingga harus didorong lewat cara lain, seperti menggandeng pihak swasta seperti yang digagas Kabupaten Demak lewat gerakan sedekah jamban atau kredit jamban.

Kehadiran Ganjar Pranowo di Desa Jatisono juga membawa berkah bagi tujuh warga desa setempat, karena mendapatkan bantuan jamban gratis.

Hani, salah seorang warga Desa Jatisono mengaku, belum memiliki jamban yang sehat, karena baru mengumpulkan dana untuk membangunnya.

Ia mengaku, berterima kasih kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo karena dibantu membangun jamban yang sehat.

Warga lainnya, Kasminah juga mendapatkan bantuan serupa akan dibuatkan jamban di rumahnya.

Selama ini, dia mengaku, setiap buang hajat menumpang di rumah anaknya.

Bupati Demak M. Natsir mengungkapkan, dalam rangka meningkatkan jumlah desa yang bebas buang air besar sembarang, dicanangkan program sedekah jamban.

Untuk saat ini, lanjut dia, dari 249 desa di Kabupaten Demak terdapat 50 desa yang bebas membuang air besar sembarang.

Puluhan desa yang dinyatakan bebas buang air besar sembarangan, kata dia, mendapatkan sertifikat khusus. (JWN3/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here