ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pengemudi taksi dalam jaringan atau “daring” dengan yang konvensional agar bersaing secara sehat dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di tengah perkembangan teknologi.

“‘Online’ (daring) lebih simpel, tidak ribet, tidak perlu tawar menawar karena tarif pasti pas. Ini tantangan taksi ‘online’ dan konvensional untuk bersaing memberikan pelayanan prima,” katanya di Semarang, Rabu (11/10).

Menurut Ganjar, kemajuan teknologi seperti sekarang menjadi tantangan bagi transportasi konvensional dan daring untuk memberikan pelayanan prima terhadap penumpang, termasuk beragam kemudahan layanan yang diberikan taksi daring menantang pelaku usaha kendaraan umum konvensional supaya lebih meningkatkan pelayanan.

Maraknya transportasi umum dating di berbagai daerah, kata Ganjar, tidak sedikit masyarakat yang lebih tertarik menggunakan jasa layanan transportasi daring dengan armada sepeda motor dan mobil pribadi (bernomor polisi hitam) dibanding transportasi umum konvensional bernopol kuning.

“Kondisi itu memunculkan polemik antara taksi ‘online’ dan konvensional yang jauh lebih dulu ada,” ujarnya.

Menurut Ganjar, kemunculan taksi daring di berbagai daerah tidak bisa dihindari sebab perubahan peradaban zaman dan teknologi menyediakan kemudahan masyarakat menggunakan transportasi umum.

Kendati demikian, politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, semua kendaraan pengangkut manusia dan melintas di wilayah umum harus diatur, termasuk taksi daring.

“‘Online’ itu peradaban dan eranya tidak mungkin dipungkiri pemesanan kendaraan secara ‘online’. (Taksi) ‘online’ itu memberikan pelayanan lebih baik, tinggal kita atur dan sepakati,” katanya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here