ilustrasi

WASHINGTON, Jowonews.com – Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan kebijakan fiskal yang memadai bisa membantu menyelesaikan persoalan kesenjangan dan ketimpangan yang masih terjadi di berbagai negara.

“Kebijakan fiskal sangat mampu untuk mengatasi masalah kesenjangan,” kata Director Fiscal Affairs Department IMF Vitor Gaspar dalam menyampaikan publikasi Fiscal Monitor terbaru di Washington DC, AS, Rabu (11/10) waktu setempat.

Gaspar menyampaikan salah satu kebijakan fiskal itu adalah dengan menerapkan tarif pajak yang progresif agar pajak dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsi redistribusi.

“Meningkatkan kapasitas pajak untuk mendorong fungsi distribusi kebijakan fiskal sangat kritikal, yang diikuti dengan jaminan keberlangsungan fiskal,” ujarnya.

Kebijakan fiskal lainnya adalah dengan menerapkan pemberian subsidi uang tunai berupa Universal Basic Income (UBI) kepada para penduduk kurang mampu secara merata.

“Karena sifatnya yang universal, UBI secara potensial bisa memberikan dampak langsung kepada pengurangan angka kesenjangan dan kemiskinan, namun bantuan ini mahal secara fiskal,” ujarnya.

Gaspar mengatakan UBI ini tidak bisa diterapkan untuk negara dengan kapasitas pajak yang masih rendah dan negara tersebut membutuhkan pajak untuk investasi dalam bidang pendidikan serta kesehatan.

Kebijakan fiskal selanjutnya adalah memastikan pajak tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk investasi dalam pendidikan dan kesehatan.

“Membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia mungkin bisa memberikan jaminan kuat atas lapangan kerja, meski saat ini penggunaan teknologi makin masif,” kata Gaspar.

Secara keseluruhan, Gaspar menyakini kebijakan fiskal masih menjadi pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(jwn4/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here