SEMARANG, Jowonews.com — Pengembang perumahan mengakui keberadaan lahan untuk pengembangan hunian di Kota Semarang sebenarnya masih terbuka, khususnya yang berada di pinggiran.

“Kalau dari rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Semarang, masih banyak daerah yang memungkinkan dikembangkan perumahan,” kata Direktur PT Kini Jaya Indah Dibya K Hidayat di Semarang, Kamis (12/10).

Di sela pembukaan pameran perumahan Property Expo Semarang #8 di Mal Ciputra Semarang, ia mengatakan dari RTRW bisa terlihat titik-titik berwarna kuning yang memungkinkan dikembangkan perumahan.

Bahkan, kata dia, untuk pengembangan “landed houses” atau rumah tapak yang menerapkan sistem horizontal masih memungkinkan digarap di lahan-lahan yang memang masih terbuka.

Ia mencontohan daerah timur Semarang yang berbatasan dengan Kabupaten Demak, atau daerah Selatan, seperti Gunungpati dan sekitarnya yang hampir berbatasan dengan Kabupaten Semarang.

Persoalannya, kata dia, pengembang terkendala infrastruktur yang belum tergarap sepenuhnya sampai ke daerah tersebut sehingga menyulitkan akses masyarakat di perumahan itu nantinya.

“Infrastruktur ini bukan melulu jalan. Kebutuhan hidup masyarakat, seperti air bersih, listrik, dan sebagainya sangat penting. Kami belum yakin apakah infrastrukturnya siap,” katanya.

Seperti pasokan air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang, kata dia, belum tentu bisa memenuhi pasokan dengan semakin banyaknya pengembangan perumahan.

“Apalagi, saya dengar pernah ada keluhan begitu ada sambungan baru maa aliran air di tempat lain yang semula besar menjadi berkurang. Ya, kendalanya memang seperti ini,” katanya. (jwn5/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here