Tujuh Kecamatan di Temanggung Rawan Longsor

  • Whatsapp
ilustrasi

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Sedikitnya tujuh kecamatan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, rawan terjadi bencana longsor pada musim hujan, kata Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi.

Gito di Temanggung, Senin (30/10), mengatakan sejumlah kecamatan yang daerahnya rawan longsor, yakni Kecamatan Pringsurat, Kaloran, Kranggan, Candiroto, Wonoboyo, Bejen, dan Kecamatan Tretep.

Selain itu, katanya ada beberapa daerah rawan banjir, yakni Kecamatan Temanggung, Parakan, dan Kandangan.

“Memasuki musim hujan ini BPBD telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana, baik rawan longsor maupun banjir. Kami buat pemetaan sejak dini sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan,” katanya.

Ia menuturkan setelah dilakukan pemetaan pihak BPBD terus melakukan upaya peringatan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

Ia mengatakan pemberian pengertian dalam bentuk sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta kewaspadaan sejak dini.

“Kami melakukan sosialiasi dan peringatan kepada masyarakat, bahwa di masa pancaroba dari kemarau ke hujan agar masyarakat lebih waspada. Ada baiknya juga menggunakan ilmu ‘titen’, biasanya terkait perubahan keadaan masyarakat juga ada yang lebih paham. Artinya ketika terjadi pergantian musim ada petir hujan masyarakat punya kearifan lokal yaitu ilmu ‘titen’,” katanya.

Menurut dia untuk penanganan bencana BPBD Kabupaten Temanggung telah mengajukan anggaran ke BNPB, dengan perkiraan dana dibutuhkan adalah Rp 3,9 miliar. Dana itu nantinya akan digunakan untuk penanganan darurat.(jwn4/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *